
TIDORE, TERBITMALUT.COM — Staf ahli Wali Kota Tikep Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024, yang dirangkaikan dengan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan Polio, yang diikuti secara virtual dari ruang rapat kantor Wali Kota Tidore, Senin (8/7/2024).
Menanggapi rakor inflasi tahun 2024, Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam mengatakan, sesuai dengan arahan mendagri terkait daerah-daerah yang mengalami kenaikan IPH agar dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah, maupun dinas terkait agar dapat melakukan terjun langsung kelapangan untuk melihat permasalahan yang terjadi secara langsung.
“Terkait arahan pada rakor ini, saya bersama tim TPID akan melakukan sidak langsung ke lapangan untuk melihat permasalahan apa yang terjadi di lapangan terkait IPH yang naik pada minggu ini, yang mana Kota Tidore Kepulauan berada pada angka IPH 0,93,”terangnya.
“Kemudian, terkait masalah penanggulangan Tuberkulosis (TBC), yang mana pada rekapitulasi keseluruhan Provinsi Maluku Utara berada pada zona merah dengan presentasi 36 %,”sambungnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Abdul Madjid Do M. Nur menyampaikan, apabila dilihat dari presentasi Kabupaten/Kota, Kota Tidore masih dalam kategori baik.
“Pada kasus TBC di Kota Tidore Kepulauan sudah ditemukan kasus sebanyak 133 orang dan Alhamdulillah 133 orang tersebut dari dinas kesehatan telah melakukan pengobatan, dengan harapan para penderita TBC tersebut dapat rutin untuk mengkonsumsi obat dan selalu memeriksakan kesehatannya di Puskesmas terdekat maupun RSUD,”harapnya.
Dia juga menambahkan, Pekan Imunisasi Nasional atau Polio akan dilakukan serentak pada bulan Juli ini yang mana Kota Tidore Kepulauan akan melakukan kick off nya pada tanggal 23 Juli dengan jumlah sasaran sebanyak 9.863 yang tersebar di beberapa tempat seperti posyandu, sekolah, paud, dan seterusnya.
Rakor Inflasi yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir.
Untuk itu, ia berpesan kepada daerah-daerah yang angka inflasinya di atas rata-rata nasional agar segera mengambil langkah-langkah untuk menurunkan tingkat inflasi di wilayah masing-masing.
“Kami ingatkan kembali bagi teman-teman kepala daerah yang masih di atas 2,51 persen agar memahami betul produk atau barang apa yang menjadikan inflasinya naik,”pintanya.
Rakor ini juga diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Direktur RSUD Tidore, Kepala Badan Pusat Statistik Tidore, Kepala Bagian Ekonomi, dan Para Tim Teknis TPID Kota Tidore Kepulauan. (**)
Penulis : Hartini
Editor : Sukur