ads
ads
ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Sebanyak 25 unit rumah dengan luasan 10 x 15 per unit dengan skala tipe 36 yang akan dibangun oleh pemerintah pusat untuk warga terdampak banjir bandang kelurahan Rua, Kota Ternate.

Diketahui, kawasan relokasi warga terdampak banjir bandang ini berada di Kelurahan Jambula, belakang Puskesmas dengan lahan seluas 2,6 hektar meter persegi.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Ternate, Tonny S. Pontoh mengatakan, pemerintah kota  telah menyurat ke pemerintah pusat, BNPB, Komisi V DPR RI.

Sehingga, kita diminta untuk mempercepat surat-surat mengenai relokasi warga terdampak banjir bandang. Dan alhamdulillah surat-surat yang diminta kita sudah selesai buat, dan proposal juga sudah selesai. Termasuk, surat pernyataan relokasi dari Wali Kota Ternate juga sudah ada.

“Sehingga, surat-surat dan proposal itu akan dibawah oleh BNPB dan Anggota DPR RI Komisi V, Irine Yusiana Roba ke Jakarta,”ucap Tonny saat diwawancarai Terbitmalut.com di halaman Kantor Wali Kota Kamis, (29/8/2024) kemarin.

Menurut Tonny, kapasitas pembangunan rumah itu akan dibuat dengan luasan satu unit rumah 10 x 15 dengan skala tipe 36 yang akan di bangun oleh pemerintah pusat. Karena seluruh anggarannya berasal dari Pemerintah pusat.

Sebanyak 25 unit rumah milik warga terdampak banjir bandang Kelurahan Rua itu, berdasarkan hasil kalkulasi dengan Balai Perumahan Rakyat dan Permukiman Maluku Utara, itu sudah dipindahkan atau direlokasi ke Kelurahan Jambula. Karena lokasi rumah warga itu, masuk zona merah.

“Sehingga tidak ada lagi pembangunan di kawasan itu, karena ditakutkan jangan sampai terjadi hal-hal yang serupa lagi,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly juga menyampaikan, dari pendataan sementara itu ada 25 unit rumah, dan ini bisa bertambah jika radius itu diperluas. Walaupun, rumah warga itu tidak rusak, tapi berpotensi masuk pada zona non pemukiman maka akan direlokasi juga.

“Dinas Perkim Kota Ternate dan tim Balai Perumahan Rakyat dan Permukiman Maluku Utara, mulai tadi sudah melakukan pendataan rumah warga di lapangan. Kita juga akan lakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga, dan hasil informasi yang kita himpun dari warga, mereka tidak mau lagi tinggal di lokasi banjir,”ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Rizal, kita harus bergerak secepat mungkin, karena mereka tidak bisa tinggal lebih lama di tenda-tenda pengungsian atau mereka tidak selamanya tinggal di keluarga mereka. Maka pemerintah juga menjaminkan mereka untuk mendapatkan hunian yang layak.

“Kita akan secepatnya melakukan relokasi warga didahului dengan proses pendataan terlebih dahulu. Pihak BWS juga akan membuka jalur air baru dengan masing-masing radius 50 meter dari talud yang dibangun. Sehingga, dari radius 50 meter kiri dan kanan itu akan dibuat lahan terbuka hijau atau dibuat lapangan bola/basket. Sehingga warga tidak perlu kembali dan bangun rumah disitu lagi,”pungkasnya. (**)

Editor : Sukur

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *