
TERNATE, TERBITMALUT.COM — Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Tematik kelurahan Bastiong Talangame, Kota Ternate, menarik perhatian dari Tim Observasi Lapangan Pilot Project Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (KST2B) PKK Pusat.
Hal itu, setelah dilakukan observasi lapangan Pilot Project Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana Peduli Lingkungan dan Peduli Stunting oleh Tim Penggerak PKK Pusat bertempat di Kelurahan Foramadiahi dan Kelurahan Bastiong Talangame Jumat, (15/12/2023).
Kegiatan ini dimulai dari pukul 08.00 WIT sampai dengan pukul 17.00 WIT. Dan sebelum dilakukan observasi ke lapangan, ada pemaparan tentang Pilot Project Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana “Peduli Stunting” di Kelurahan Foramadiahi oleh Ketua Pokja 4 PKK Kota Ternate, Asna Hamid, dan pemaparan tentang Pilot Project Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana “Peduli LIngkungan” di Kelurahan Bastiong Talangame oleh Andy Erianto Simamora.

Dalam kesempatan itu, Sekda Kota Ternate H. Abdullah H. M. Saleh menyampaikan, apresiasi kepada kedua kelurahan yang telah terpilih sebagai Pilot Project program ini di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, kita bisa masuk nominasi bahkan satu-satunya dari indonesia timur yang masuk dalam tahap observasi penilaian ketiga,”ucap Sekda.
Sekda juga berharap, melalui program ini masyarakat dapat termotivasi dan teredukasi sehingga turut bergerak dalam upaya mewujudkan keluarga yang sehat dengan kualitas lingkungan yang baik, yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Tim Observasi Lapangan Pokja 4 TP. PKK Pusat, Nana Safrizal dalam sambutannya, menyampaikan, tujuan melakukan observasi lapangan ini untuk mencocokkan dari data soft file yang sudah dikirim ke TP. PKK Pusat dengan kondisi faktual di lapangan.
Menurut Nana, salah satu inovasi yang menarik perhatian tim observasi adalah adanya TPS (Tempat Pembuangan Sampah) tematik yang instagramable sehingga bisa dijadikan tempat selfie.
“Ini menarik dan baru kami temukan di Kota Ternate. Insya Allah akan kami promosikan ke seluruh Indonesia. Karena, dengan adanya TPS yang indah dan menarik, menandakan bahwa sudah ada pengelolaan sampah yang baik pula,” tambahnya.
Selain inovasi TPS tematik, tim observasi juga memberikan apresiasi atas terlaksananya inovasi gerakan makan kelor (Gemalor) di Kelurahan Formadiahi, dimana banyak pemberian makanan tambahan (PMT) yang disajikan dari bahan daun kelor untuk pencegahan stunting. Sehingga, angka Stunting di Kelurahan Foramadiahi mencapai O (zero stunting) yang artinya tidak ada kasus stunting di Kelurahan Foramadiahi di tahun 2023. (**)
Penulis : Sukur