
TERNATE, TERBITMALUT.COM — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kota Ternate, Tonny S. Pontoh mengatakan, produksi sampah di Kota Ternate paling banyak ada di Wilayah Kecamatan Ternate Tengah, karena di Wilayah Tengah ada Pasar Gamalama.
“Dan itu kita angkut 4 kali dalam 1 hari dan memang produksi sampah terbesar ada di Pasar Gamalama. Kita bisa pastikan dalam sehari saja Produksi sampah di Pasar sebanyak 15-20 ton,”katanya katanya saat diwawancarai sejumlah media di halaman Kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Senin (17/7/2023).
Dikatakannya, dengan peningkatan produksi sampah saat ini, memang ada peningkatan konsumsi dari masyarakat semakin hari semakin bertambah.
“Maka saya sampaikan ke petugas agar jangan standby di kantor tapi, siang harus kita turun angkut sampah lagi. Makanya saya juga bentuk dua tim, yakni tim pertama yang bekerja dari pukul 08.00-12.00 WIT dan tim kedua mulai pada pukul 14.00-18.00 WIT dan per tim itu diisi 25 orang,”ucapnya.
Maka lanjut Tonny juga, jika sudah ada armada baru, maka otomatis kita membutuhkan penambah petugas sampah dan sopir di lapangan. Untuk mendukung operasional kita. Kemudian ada juga Satgas, karena Satgas ini penting sekali. Sehingga itu di tahun 2024 akan diatur untuk berjaga-jaga 1×24 jam di kantor.
“Maka jika ada pengaduan langsung turun ambil sampah dan tidak tunggu besok, tapi langsung angkut sampah dan itu saya pastikan,”terangnya.
Selain produksi sampah, Tonny juga menyebutkan, terkait 13 unit mobil pengangkut sampah yang gelontorkan dari Dinas PUPR Kota Ternate akan ditempatkan di jalan Protokol.
Menurutnya, karena saat ini kita sudah punya sistem dan sistem ini akan kita atur, maka yang paling utama sekali adalah jalan-jalan Protokol.
“Sehingga ketika pagi itu sudah bersih dan tidak lagi ada aktivitas pengangkut sampah dari petugas kebersihan,”ungkapnya.
Memang, tambahnya, selama ini mobil pengangkut sampah sangat terbatas, hanya saja kita tidak mau bergantung pada keberadaan armada atau menunggu kedatangan armada.
“Tapi kita akan berusaha menyelesaikan persoalan sampah di Kota Ternate, maka tidak ada masalah bagi kami. Karena kita sifat nya menunggu saja kedatangan armada pengangkut sampah yang saat ini lagi digelontorkan oleh PUPR, untuk melengkapi kegiatan kami di lapangan”,pungkasnya.
Sebelumnya, Kadis PUPR Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib menyampaikan, di tahun 2023 ini Dinas PUPR gelontorkan anggaran Rp. 9,12 miliar lebih untuk dukungan sarana persampahan.
Menurutnya, sumber dana itu terbagi menjadi dua, yakni Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dana Alokasi Umum (DAU) dan APBD dana Insentif Daerah (DID).
“Untuk APBD DID, ada 11 unit kendaraan yang terbagi lagi seperti, 3 unit mobil ambrol, 3 unit mobil dam truk dan 5 unit mobil Patroli sampah dengan total anggaran Rp. 5,25 miliar. Sementara APBD DAU, 13 unit kontainer sampah, 2 mobil patroli sampah dan 50 unit roda tiga atau kaisar dengan total anggaran Rp. 3,87 miliar,” kata Rus’an saat diwawancarai Terbitmalut.com pada Rabu (31/5/2023) lalu. (**)
Penulis : Uku
Editor : Sukur