ads
ads
ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Warga terdampak banjir bandang Kelurahan Rua, Pulau Ternate, Kota Ternate akan direlokasi ke tempat yang baru di kelurahan Jambula (samping Puskesmas Jambula), Kecamatan Pulau Ternate.

Relokasi menjadi solusi alternatif yang diambil oleh pemerintah Kota Ternate dengan menyiapkan lahan seluas 2,6 hektar untuk pembangunan rumah baru untuk warga terdampak banjir bandang Kelurahan rua.

Sekretaris Daerah Kota Ternate dan juga Ketua Posko Tanggap Darurat, Rizal Marsaoly menyampaikan, tadi kita rapat dengan deputi BNPB, BBW, BPJN dan BPBD Maluku Utara, kita membahas sampai pada pasca penetapan tanggap darurat.

“Artinya mekanisme tata cara relokasi warga itu sudah dilakukan. Karena, warga terdampak tidak lagi kembali ke lokasi banjir, sehingga kita menyediakan lahan milik pemkot ternate di kelurahan Jambula sebagai lokasi relokasi warga terdampak banjir bandang,”ujarnya Rabu, (28/8/2024) kemarin.

Menurut Rizal, dari pendataan sementara itu ada 25 unit rumah, dan ini bisa bertambah jika radius itu diperluas. Walaupun, rumah warga itu tidak rusak, tapi berpotensi masuk pada zona non pemukiman maka akan direlokasi juga.

“Dinas Perkim Kota Ternate dan tim Balai Perumahan Rakyat dan Permukiman Maluku Utara, mulai tadi sudah melakukan pendataan rumah warga di lapangan. Kita juga akan lakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga, dan hasil informasi yang kita himpun dari warga, mereka tidak mau lagi tinggal di lokasi banjir,”ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Rizal, kita harus bergerak secepat mungkin, karena mereka tidak bisa tinggal lebih lama di tenda-tenda pengungsian atau mereka tidak selamanya tinggal di keluarga mereka. Maka pemerintah juga menjaminkan mereka untuk mendapatkan hunian yang layak.

“Kita akan secepatnya melakukan relokasi warga didahului dengan proses pendataan terlebih dahulu. Pihak BWS juga akan membuka jalur air baru dengan masing-masing radius 50 meter dari talud yang dibangun. Sehingga dari radius 50 meter kiri dan kanan itu akan dibuat lahan terbuka hijau atau dibuat lapangan bola/basket. Sehingga warga tidak perlu kembali dan bangun rumah disitu lagi,”pungkasnya.

Tidak hanya relokasi, pihak BPJN juga akan membuat jembatan darurat sementara, karena normalisasi material itu sudah harus kita potong untuk mengembalikan fungsi kali mati.

“Dengan kejadian ini, sudah cukup memberi kita pelajaran bahwa jalur air jangan kita ubah-ubah, karena dia akan kembali ke jalur pertamanya,”tutupnya. (**)

Editor : Sukur

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *