ads
ads
ads

NASIONAL — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan kembali merayu China untuk urusan investasi. Kali ini, perusahaan kimia Negeri Tirai Bambu diajak untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Hal itu terungkap via unggahan Instagram resmi Luhut @luhut.pandjaitan. Ia menyebut langsung mengunjungi China usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam KTT G7 pada 20-21 Mei di Hiroshima, Jepang.

“Kunjungan ke lima kota di Tiongkok memang sudah saya agendakan sejak lama, karena ingin menyaksikan sendiri bagaimana seluk beluk perusahaan-perusahaan Tiongkok yang punya cabang di Indonesia dan mereka hendak berinvestasi di sini,”kata Luhut, Senin (22/5/2023) seperti dikutip Terbitmalut.com

Perusahaan incaran Luhut adalah Wanhua Chemical yang berlokasi di Yantai. Berjarak 731 km dari Beijing, perusahaan kimia global yang berdiri sejak 1998 itu diklaim berkembang pesat menjadi produsen isosianat terbesar di dunia.

Luhut menegaskan isosianat adalah bahan kimia penting. Kegunaannya terlihat dalam produksi salah satu jenis plastik bernama poliuretan yang bisa dipakai untuk berbagai produk, mulai dari busa furniture, pelapis otomotif, hingga pesawat terbang.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, Wanhua Chemical telah melakukan ekspansi ke luar China dan sekarang sudah beroperasi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Hungaria. Satu minggu sebelumnya, mereka mengirim perwakilannya ke Indonesia dan hari ini saya datang kembali untuk meyakinkan dan mengajak mereka agar segera masuk dan berinvestasi di Indonesia,” jelasnya.

Selain ke Wanhua Chemical, Luhut juga merayu Walsin Lihwa Corporation yang merupakan perusahaan multinasional di bidang produksi baja nirkarat, tembaga, dan kabel listrik. Perusahaan yang berdiri sejak 1966 itu kini diklaim menjadi salah satu produsen utama di kelas dan bidangnya.

Luhut kemudian merinci Walsin sudah membangun pabrik pengolahan Stainless Steel dan Nickel Matte di Kawasan Industri Morowali dan Weda Bay. Namun, ia ingin perusahaan itu terus mengucurkan dananya di Indonesia.

“Saya akan terus merayu mereka untuk kembali melipatgandakan investasinya di Indonesia. Karena kedua perusahaan ini aktif dalam research and development yang berfokus pada peningkatan efisiensi produksi dan pengembangan produk baru. Saya yakin mereka akan tertarik dengan penawaran yang kami berikan,” tegas Luhut.

“Saya berharap perjalanan panjang saya ke Tiongkok akan menghasilkan multiplier effect bagi masyarakat Indonesia terutama dalam hal transfer teknologi yang akan mendorong peningkatan mutu industri dalam negeri,” tutup Luhut.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *