ads
ads
ads

WEDA, TERBITMALUT.COM — Pj. Bupati Halmahera Tengah, Ir. Ikram Malan Sangadji, didampingi Ketua TP-PKK Halteng, Ny. Rallia Asyari, secara resmi lepas gerak jalan indah tingkat SD – SMP – SMA sederajat pada peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Pendopo Falcilno Weda, Senin, (14/8/2023) kemarin.

Turut hadir, Sekda Halteng, Yanto M. Asri, Ketua DPRD Sakir Ahmad, Wakil Ketua I Kabir Kahar, para Staf Ahli, Asisten, dan Pimpinan OPD, serta para guru dan Kepala Sekolah.

Ketua Panitia yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halteng, Husain Ali, menyampaikan, gerak jalan indah ini terdaftar sebanyak 48 regu.

“Yang terdiri dari 23 regu SD, 17 regu SMP termasuk 1 regu SMP Dote yang berhalangan hadir, dan 8 regu SMA sederajat,” katanya.

Kepada seluruh warga masyarakat yang memenuhi arena budaya Pendopo Falcilno Pj. Bupati, Ikram M. Sangadji mengucapkan terima kasih sudah berpartisipasi memeriahkan HUT Ke-78.

“Pada sore ini saya diberikan kesempatan melepas gerak jalan indah, nanti pada tanggal 16, itu ada karnaval dan kirab budaya yang akan ikut memeriahkan HUT Proklamasi”,ucapnya.

Untuk itu lanjut Ikram, kita harus tunjukkan kepada seluruh masyarakat Halmahera Tengah dan Maluku Utara, bahkan Nasional bahwa di Halmahera Tengah seluruh orang Indonesia hadir disini.

“Kita harus bangga menjadi orang Halmahera Tengah, yang telah memberi penghidupan, dalam keragaman suku di Indonesia, yang hidup dan berbaur dalam kemajemukan,”tuturnya.

Pj Bupati, juga mengeluarkan kebijakan baru di bidang pendidikan, dengan tidak lagi membebani biaya seragam khusus siswa yang baru masuk sekolah.

“Saya sudah tugaskan kepada Pak Kadis pendidikan dan Staf Dinas Pendidikan Halteng untuk melakukan kerja sama dengan bapak/ibu kepala sekolah dan seluruh guru, agar memastikan tidak ada siswa yang tidak mendapatkan haknya,”pungkasnya.

Dengan mempertimbangkan jumlah siswa yang diusulkan ke depan, kata Ikram, seragam sekolah tersebut berupa, seragam utama, batik, dan pakaian olahraga, mulai dari PAUD, SD, SMP, dan SMA, dan jika usulan dibawah rata-rata, maka boleh menambah sepatu.

“Silahkan bapak/ibu guru lakukan seperti semula, yang sudah dilakukan tinggal lakukan penagihan kepada Dinas Pendidikan, bapak/ibu guru memastikan bahwa siswa tidak ada yang tidak mendapatkan haknya,”imbuhnya.

Ikram yang juga Asisten Deputi Perikanan Tangkap Kemenko Maritim dan Investasi itu ingin memastikan, tidak boleh ada lagi pungutan di sekolah, baik uang raport yang diserahkan ke Pemda dan kebutuhan apapun di sekolah agar disampaikan, tanpa ada pungutan ke orang tua.

“Perkuat Komite Sekolah agar mampu bisa disampaikan kepada saya. Saya jamin selama saya menjabat sebagai Pj. Bupati tidak boleh ada pungutan apapun di sekolah, semua harus disampaikan bersama orang tua wali, jangan memberatkan orang tua wali,”tegasnya.

Ikram menambahkan, di bulan Oktober mendatang, kita akan naikkan gaji, tetapi yang diberikan adalah mutu pendidikan, kualitas pendidikan yang semakin baik, siswa semakin pintar, serta tidak ada lagi siswa yang tidak bisa baca.

Selain itu, Bupati juga meminta kepada bapak/ibu guru untuk sampaikan kepada orang tua di desa bahwa tidak ada lagi pembayaran di rumah sakit dan puskesmas, mulai dari pendaftaran, pengobatan, dan perawatan, atau gratis.

“Uang daerah akan saya balikkan pada masyarakat, karena itu hak mereka, maka saya, pak Sekda dan pimpinan OPD mengelola, kita akan kasih balikan,”cetusnya.

Bupati juga menyampaikan, di tahun ini akan dibangun 1000 rumah layak huni yang sekarang sudah dibangun di masing-masing desa. Sementara, untuk tahun depan orang lansia akan dikasih gaji. “Jadi Lansia difasilitasi gaji oleh pemerintah supaya bisa lanjutkan hidup,”tutupnya. (**)

Penulis : Uku

Editor : Sukur 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *