ads
ads
ads

WEDA, TERBITMALUT.COM — Prestasi seorang pemimpin tidak bisa diukur dengan kehebatan narasinya melainkan dilihat dari implementasi. Karena, semua orang boleh berargumen, tapi jika tidak dibarengi dengan realitasnya maka bukanlah prestasi.

Hal itu disampaikan mantan Anggota DPRD dan Anggota Badan Anggaran Halmahera Tengah, Nuryadin Ahmad Minggu, (15/9/2024) seperti rilis diterima Terbitmalut.com.

Menurut Yadin, di masa kepemimpinan Pj. Bupati, Ikram Malan Sangadji, APBD Halmahera Tengah tembus Rp. 2 triliun dan merupakan APBD tersehat dibandingkan dengan daerah lain di Maluku Utara.

Anehnya, lanjut Yadin, meski APBD Halmahera Tengah dikategorikan sehat namun, Ikram gagal mewujudkan mimpi-mimpi masyarakat negeri Fagogoru. Banyak sekali program rakyat, seperti pembangunan ruas jalan antar desa dan antar kecamatan.

“Jika mau jujur, mantan Pj. (IMS) itu minim pembangunan dan nyaris tidak ada. Yang ada itu kebanyakan program pencitraan dan kebijakan itu, seperti pembangunan rumah layak huni, beasiswa S1, S2, S3 dan kedokteran sudah dilakukan Elang-Rahim,”jelas politisi PDIP Halteng asal Patani.

Berbeda dengan tata kelola keuangan dan pemerintahan Edi Langkara dan Abd. Rahim Odeyani. Karena, meski APBD Halteng terbatas, yaitu sekitar Rp. 700 sampai 800 miliar per tahun ditambah pemotongan dana refocusing akibat covid 19 sekitar Rp. 180 miliar per tahun, pasangan Elang-Rahim sukses menghadirkan sejumlah pembangunan spektakuler.

“Itulah pemimpin yang cinta daerah. Mereka bekerja dengan program yang terarah dan tulus sebagai anak negeri. Di tengah keterbatasan anggaran, Elang-Rahim mampu membangun. Ruas jalan hingga pedesaan hotmix. Itulah yang namanya prestasi. Dan kini sudah dinikmati rakyat Halteng,”ungkapnya.

Berikut Sejumlah Infrastruktur Dasar dan Konektivitas Wilayah Halteng yang Dibangun di Masa Kepemimpinan Elang-Rahim. 

Elang-Rahim dengan kebijakannya, pembangunan diarahkan pada bantuan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 1.625 unit dengan total anggaran Rp. 60.855.000.000 dan untuk penyediaan sanitasi dan bantuan MCK bagi warga yang belum memiliki jamban pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 15.875.149.000.

Bahkan, di masa kepemimpinan Elang-Rahim ada kebijakan pemasangan instalasi listrik secara gratis bagi warga kurang mampu. Dan telah membangun kerjasama dengan PLN, sehingga listrik di Halteng terjangkau semua desa dan telah menyala selama 24 jam, termasuk Umiyal di Pulau Yoi juga telah teraliri listrik dengan baik, dengan nilai investasi sebesar Rp. 30 Miliar.

Kemudian, pada penyediaan pelayanan air bersih yang layak bagi masyarakat, untuk pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 52.422.436.000 untuk membangun IPA, Perpipaan dan sambungan rumah. Kami memiliki keinginan politik yang kuat untuk menyediakan air bersih yang layak bagi masyarakat di kota Weda dan seluruh wilayah Halmahera Tengah.

Untuk pembangunan infrastruktur pendukung konektivitas wilayah, telah dirumuskan kebijakan pembangunan meliputi, Pembangunan jalan hotmix dari tahun 2018 s/d 2022 sepanjang 236,480 kilometer dengan total anggaran Rp. 477.175.155.249 yang dapat kita petakan sebagai berikut :

1.Kecamatan Pulau Gebe dengan nilai investasi sebesar Rp. 62.095.278.000 dengan volume 21.450 kilometer.

2.Wilayah Patani dengan nilai investasi Rp. 196.928.874.050 dengan volume 61.025 kilometer.

3.Weda Utara dengan nilai investasi Rp. 9.943.694.000 dengan volume 3 kilometer.

4.Weda Tengah dengan nilai investasi Rp. 15.146.667.000 dengan volume 4.4 kilometer.

5.Weda Selatan dengan nilai investasi kurang lebih Rp. 30.000.000.000 dengan volume 12 kilometer.

6.Kota Weda dengan nilai investasi Rp. 130.000.000.000 dengan volume 38 kilometer.

Tidak hanya itu, di masa kepemimpinan Elang-Rahim ada juga Pembangunan Jalan Sirtu sejak tahun 2018 s/d tahun 2022 sepanjang 11,40 kilometer dengan anggaran Rp. 14.962.770.000. Pembangunan jembatan di seluruh kawasan dengan total anggaran Rp. 30.282.540.000.

Dan yang paling penting adalah periode pemerintahan Elang-Rahim telah menyelesaikan pembangunan jembatan Gowonli yang menjadi urat nadi utama yang menghubungkan kawasan Patani Timur dengan wilayah lain di pulau Halmahera dengan nilai sebesar Rp.16 miliar.

Tidak hanya itu, ada juga Pembangunan Drainase dengan jumlah investasi Rp. 24.755.000.000 dengan volume 13,42 kilometer. Breakwater dengan nilai investasi Rp. 35.000.000.000 meliputi kawasan pantai Kota Weda, Pantai Wailegi Patani dan pantai Gemia. Dan Penyediaan jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Halmahera Tengah untuk membiayai pembangunan tower sebesar Rp. 32 miliar.

Untuk mendukung visi besar itu, sejumlah program strategis telah ditorehkan Elang-Rahim sebagaimana telah ditetapkan dalam lima misi yang tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Karena sebagai Pemimpin di Waktu, Elang bertekad bahwa seluruhnya harus dapat dipenuhi dan tuntaskan dengan sebuah keyakinan bahwa hingga akhir, karena hajat hidup dan kebutuhan dasar masyarakat Halmahera Tengah benar-benar terpenuhi.

Di tahun 2017 waktu itu, Halmahera Tengah masih memiliki 39 desa tertinggal dan 15 desa sangat tertinggal. Sejak tahun 2018 hingga di penghujung tahun 2022, intervensi dengan kebijakan dan pembangunan, pembinaan penyempurnaan tata kelola pemerintahan desa berdasarkan indikator Indeks Desa Membangun (IDM).

Maka tidak ada lagi desa di Kabupaten Halmahera Tengah yang berstatus sangat tertinggal. Hingga akhir periode pemerintahan Elang-Rahim mengalami kemajuan yang signifikan dalam aspek penataan pemerintahan program pelayanan pengelolaan dan masyarakat di tingkat desa.

Di masa kepemimpinan Elang-Rahim, juga telah dibangun Plaza Weda dengan nilai investasi Rp. 87 miliar, pembangunan Stadion Elang Halmahera dan sarana prasarana pendukung GOR Fagogoru dengan nilai investasi Rp.82 miliar yang terealisasi 67 persen di masa kepemimpinan mereka.

Bahkan ada juga pembangunan jalan kawasan Gor dengan anggaran Rp.70 miliar, tapi tidak dilanjutkan oleh Pj Bupati Halteng Ikram Sangadji Malan (IMS).

Selanjutnya, ada juga pembangunan kawasan wisata Nusliko Park dengan nilai investasi Rp. 30.000.000.000 serta pembangunan dan penataan prasarana olahraga dan Fasilitas penunjang Lapangan Kuleyefo dengan nilai investasi Rp. 13.440.000.000. Maka seluruh proyek strategis kota yang dibangun Elang-Rahim adalah pilar utama penyangga kota untuk mewujudkan kota Weda sebagai waterfront city (kota pantai). (**)

Editor : Uku

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *