
LABUHA, TERBITMALUT.COM — Begini penjelasan Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Laiwui, Kecamatan Obi, Sasen Setyono, terkait persoalan keterlambatan Kontraktor melakukan Pemasangan mesin PLTD yang disayangkan oleh warga desa Mano.
Sasen mengatakan, keterlambatan pemasangan mesin PLTD itu adalah mekanisme dari beberapa aturan pemerintah pusat terkait moratorium pengadaan.
Menurutnya, Ini karena semangat kolaborasi, antara PT PLN (persero) bersama Pemerintah Daerah (pemda), dan juga Pemerintah Desa (pemdes) serta, antusiasnya masyarakat desa Mano untuk menghadirkan listrik desa.
Hingga mesin dan aksesoris utama Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) pun sudah terealisasi atau sudah berada di lokasi PLTD.
“Terima kasih kepada warga desa Mano, kepala desa, serta Pemerintah Desa (pemdes). Saya merasakan semangat dan harapan besar masyarakat Mano untuk segera nikmati listrik,”katanya, saat dikonfirmasi Terbitmalut.com pada Sabtu (14/10/2023).
Sasen juga menjelaskan, bahwasanya pihak PT PLN (persero) tetap optimis bisa selesaikan dan untuk menyalakan 97 titik lokasi PLTD di wilayah Maluku dan Maluku Utara tahun ini, salah satunya adalah PLTD desa Mano Kecamatan, Obi Selatan.
“Untuk kapan menyalanya, sesuai pengalaman-pengalaman di lokasi lain, bisa berbeda-beda, namun kita optimis tahun 2023 ini bisa diuji coba penyalaan salah satunya desa Mano,”ungkapnya.
Saat ini, lanjutnya, untuk sistem di desa Mano sementara tahap instalasi mesin pembangkit dan Trafo step up PLTD. Selanjutnya masih ada beberapa tahapan sampai penyalaan listrik.
“Diantaranya, dilakukan perbaikan jaringan listrik, sosialisasi penggunaan listrik aman, pendaftaran penyambungan baru pelanggan, dan pengecekan instalasi pelanggan untuk SLO. Dan Pemasangan KWH meter pelanggan, suplai BBM ke lokasi, komisioning pengujian sistem, hingga siap untuk penyalaan bertahap dan menjadi pelanggan,”tambahnya. (**)
Penulis : Zrikun
Editor : Sukur