ads
ads
ads

LABUHA TERBITMALUT.COM — Hujan yang mengguyur wilayah Halmahera Selatan, Maluku Utara, tepatnya di Kota Labuha beberapa hari ini mengakibatkan genangan air dan bahkan banjir di Jl. Swering, Labuha, Kecamatan Bacan dan Jl. Teratai, Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan.

Pantauan Terbitmalut.com Selasa, (11/7/23) terdapat genangan air (banjir) di pertigaan jalan swering zero point yang mencapai ketinggian setengah kaki orang dewasa.

Dan juga mengakibatkan pengendara roda dua dan empat menjadi waspada ketika melintasi jalan tersebut. Tidak hanya itu, toko-toko sembako di sekitar jalan tersebut banyak yang tutup karena terendam genangan air.

Salah satu pemilik toko sembako, Agus (46) mengatakan genangan air masuk hingga kedalam toko jadi terpaksa ditutup. Karena jika genangan air seperti ini sering terjadi ketika sudah turun hujan.

“Di sini (jalan swering zero point), kalau hujan deras pasti akan begini. Itu kalau sudah hujan, apalagi sudah sekitar dua hari hujan terus, “ucap Agus.

Menurutnya, genangan air ini karena kurangnya drainase atau juga saluran drainase yang ke arah rawa tersumbat oleh sampah.

“Mungkin karena kurangnya saluran air ke arah rawa, atau saluran yang ada pasti tersumbat oleh sampah. Dan juga kelihatan struktur jalan rendah jadinya air mudah tergenang dan gampang banjir. “terangnya.

Sehingga itu, Agus berharap, hal ini harus di perhatikan pemerintah. Sebab, sangat mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar.

Sementara itu, di jalan teratai Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan banjir masuk hingga ke areal Sekolah Dasar Negeri 160 Halsel yang mengakibatkan pagar pembatas sekolah jadi rusak (ambruk).

Menurut salah satu warga, pagar sekolah tersebut sengaja mau di lubangi untuk jalan keluar air biar tidak semakin tinggi genangan air di dalam areal sekolah. Namun, karena arus air yang deras mengakibatkan pagar pembatas tersebut ambruk beberapa meter.

“Memang sengaja dilubangi agar air bisa leluasa keluar dari lingkungan sekolah biar tidak makin tinggi genangan air, namun karena arusnya terlalu kuat, pagarnya juga tidak bisa menahan, akhirnya ambruk “ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. (**)

Penulis : Zrikun

Editor : Redaksi

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *