ads
ads
ads

TOBELO, TERBITMALUT.COM — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa, (PKB) memecat Yusri Bailusy dari jabatan Sekretaris DPC PKB Halmahera Utara, (Halut) tanpa alasan yang jelas, Jumat, (30/8/2024).

Hal ini membuat kekuatan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halut, Steward L.L Soentpiet dan Maskur A Tomagola (SMART) melemah di Pilkada Halmahera Utara 2024.

Betapa tidak, Yusri Bailusy yang pernah bertarung di Pileg kemarin menggunakan partai PKB ini bisa meraih suara sah yang cukup signifikan di dapil 3 Kao Malifut.

Maka sudah tentunya, basis yang dimiliki Yusri Bailusy ini akan diarahkan ke paslon lain setelah ia didepak dari jabatan strategis partai tersebut.

“Saya telah didepak dari kepengurusan DPC PKB Halut, tanpa tahu apa kesalahan yang saya perbuat,”ucapnya.

Minimal, kata Yusri, ada norma partai apa yang sudah ia langgar, sehingga bisa diterima dengan keputusan DPP PKB memberhentikan dirinya dari jabatan sebagai sekretaris DPC PKB Halmahera Utara.

“Ini adalah kanibalisme politik. Saya ini kader yang mengabdi di PKB dari Tahun 2008. Pengalaman saya, tidak pernah ada keputusan PKB seperti ini. Saya bukan kader yang tiba saat karena kepentingan tertentu, lalu bergabung di Partai, semua proses pengkaderan di PKB saya pernah lalui,”jelasnya.

Ia mengaku, mengetahui secara pasti partai yang selama 15 tahun bersamanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan pergantian kepengurusan di tengah-tengah masih berlangsungnya periodesasi pengurus itu harus dilakukan dengan tahapan yang jelas.

Karena, PKB punya aturan main kan. Secara teknis, pimpinan di DPC mampu mengidentifikasi pelanggaran berat yang saya lakukan, jika terbukti maka akan diusulkan pergantian pengurus ke DPP melalui DPW.

“Namun, proses ini tidak dilakukan sama sekali. Kenapa saya mengatakan demikian ?. Pertama, saya tidak tahu apa kesalahan saya. Kedua, pengurus juga tidak pernah menyampaikan ke saya bahwa saya telah melakukan pelanggaran berat. Ketiga saya tidak tahu kalau ada usulan pergantian dari DPC. Keempat, kalau ada pengusulan pergantian mestinya saya yang bertandatangan sebagai sekretaris DPC PKB Halmahera Utara dan kelima, usulan diteruskan ke saya setelah ada SK pergantian pengurus DPC,”ungkapnya.

Selain itu, menurut Yusri proses pergantian pengurus secepat kilat, tanpa ada pertimbangan yang matang dan sesuai norma yang berlaku di partai. SK ini dibuat seolah-olah dunia ini mau kiamat. Kepada pimpinan Partai di DPC dan DPW.

“Saya ingin sampaikan anda-anda luar biasa kejam terhadap Kader sendiri, ini adalah keputusan terburuk sepanjang sejarah PKB di Maluku Utara. PKB ini partai besar, jangan dibuat kecil dengan kebijakan yang tidak masuk diakal, hanya demi memuluskan kepentingan anda-anda. Saya baru pernah melihat dan merasakan sendiri proses di PKB seperti hari ini,”sesalnya. (**)

Penulis : Nawir

Editor : Sukur

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *