
JAKARTA, TERBITMALUT.COM — Debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah perdana tahun 2024 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui siaran langsung Kompas TV, Rabu (23/10/2024) berjalan sukses.
Debat kandidat yang digelar di Jakarta tersebut diikuti tiga pasangan Bupati dan Wakil Bupati, yaitu pasangan nomor 1, Mutiara Al Yasin Ali-Salim Kamaluddin, pasangan nomor 2, Edi Langkara-Abd. Rahim Odeyani dan pasangan nomor urut 3, Ikram M. Sangadji-Ahlan Jumadil.
Sementara tema debat yang dipandu moderator Mysister Tarigan, yaitu membahas tentang Transformasi Sumber Daya Manusia, Tata Kelola Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial untuk Halmahera Tengah.
Dari pemaparan visi misi yang di-relay Kompas TV secara live yang disaksikan jutaan pemirsa sekitar dua jam, IMS nampak emosi ketika merespon pertanyaan dan argumentasi kandidat nomor urut 1, Mutiara.

Tampil energik dan berapi-api, kandidat Bupati perempuan ini pun menyampaikan sejumlah program unggulannya, diantaranya memperjuangkan hak kaum perempuan, pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat jika dirinya dan Salim terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati 27 November mendatang.
Pada kesempatan itu juga, mantan Istri Wakil Gubernur Maluku Utara dan Bupati Halteng itu menyentil program Rp. 1 juta dana kosmetik (Lipstik, shampoo dan bedak) dari IMS bagi Ibu hamil dan menyusui.
Program itu, bagi Mutiara tidak rasional dan tidak ada sangkut pautnya dengan peningkatan kesejahteraan. Sehingga, IMS kian terpojok ketika keterangannya soal tingkat kemiskinan Halteng di tahun 2024 turun menjadi 10 persen dari tahun 2023 sebesar 11,44 persen dibantah Wakil Bupati nomor urut 1, Salim Kamaluddin.
Menurut Salim, pengakuan IMS soal angka kemiskinan pada tahun 2024 turun menjadi 10 persen adalah tidak benar alias bohong.
“Fakta dan data dari BPS adalah 10,77 persen. Bukan 10 persen. Jangan membohongi data,”ungkap mantan Kepala Bappeda Halteng.

Sementara, Calon Bupati Halteng, Drs. Edi Langkara, dalam kesempatan itu tampil dengan rasional. Penjelasannya terukur, objektif dan faktual. Menurut Elang, soal pengendalian angka kemiskinan daerah mustahil diperoleh jika akselerasi dan konektivitas daerah tidak dibangun.
“Semuanya harus melewati proses. Tidak mungkin, dalam waktu tertentu lantas kita mengklaim bahwa kitalah yang paling hebat. Jika ada disparitas ekonomi, sosial dan pembangunan, mana bisa angka kemiskinan menurun. Maka itulah, pada periode pertama Elang-Rahim mendahulukan konektivitas darat dan laut, bangun tower dan fasilitas perekonomian rakyat,”tegas kandidat Bupati Nomor urut 2 itu. (Uku)