oleh

Pemilik Jatiland Mall Digugat di Pengadilan Negeri Ternate

TERNATE, TMc- Pemilik Jatiland Mall yang juga Direktur Utama (Dirut) PT. Jati Luhur Gemilang Johny Litan alias Apak kembali Digugat di Pengadilan Negeri (PN) Ternate.

Johny Litan sendiri Digugat oleh Edi Arman (56) salah satu warga asal Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat yang disebut sebagai Penggugat.

Edi Arman (penggugat) melalui Kuasa Hukum M. Bahtiar Husni mengatakan bahwa, tergugat Jhony Litan alias Apak sendiri digugat terkait masalah kesepakatan sewa menyewa Ruko.

Bahtiar menambahkan permasalahan itu terjadi sejak tahun 2009. Dimana, penggugat telah menyewa toko, gudang dan dua lapak yang berada dalam pusat perbelanjaan Jatiland Mall milik tergugat Johny Litan.

Menurut kuasa hukum Bahtiar, kliennya telah menyewa toko istana sepatu milik Johny Litan dengan harga sewa Rp. 490.860.000 dengan masa kontrak selama 3 tahun terhitung sejak tanggal 24 Juli 2016 sampai pada tanggal 23 Juli 2019.

Selanjutnya untuk sewa ruangan gedung istana sepatu dengan harga sebesar Rp. 90.000.000 dengan masa sewa 3 tahun terhitung mulai pada bulan September 2016 sampai dengan September 2019.

Selain itu ada juga sewa lapak los depan toko istana sepatu dengan harga Rp. 576.000.000 dengan masa sewa 3 tahun terhitung 2 Agustus 2019 hingga 1 Agustus 2022. Bahkan ada sewa lapak los depan toko gramedia dengan harga sewa Rp. 225.990.000 masa sewa 3 tahun terhitung mulai tanggal 2 Agustus 2019 sampai dengan tanggal 1 Agustus 2022.

Dikatakan Bahtian, Atas kesepakatan dan Perjanjian antara kliennya dengan Tergugat Jhony Litan alias Apak, kliennya langsung melakukan pembayaran biaya sewa kepada tergugat dalam hal ini Johnny Litan sendiri.

Seiring dengan berjalanya waktu surat perjanjian sewa menyewa antara penggugat dan tergugat tidak berjalan sesuai kesepakatan awal karena pada 25 Maret 2020 tergugat Johny Litan. Oleh karena itu, tiba-tiba Jhony Litan alias Apak menyegel empat ruangan (objek) yang sewa penggugat, padahal jika dilihat penggugat masih mempunyai waktu sewa. “Lebih para lagi bahwa tergugat Jhony Litan juga melakukan penyegelan tanpa ada pemberitahuan baik secara lisan maupun tulisan,”jelas Bahtiar Kamis (17/09).

Usai menyegel, Jhony tidak lagi memberikan izin kepada penggugat Edi Arman untuk melakukan aktifitas jualan dan seluruh barang-barang di tahan oleh tergugat Johnny Litan.

Olehny itu, Atas perbuatan tersebut Bahtiar mengaku penggugat Edi Arman telah mengalami kerugian sebesar Rp 2. 618.253.000 karena sejumlah barang yang ada di dalam 4 lapak tersebut diduga rusak dan berjamur. “Atas masalah ini klien saya juga telah mengalami kerugian yang sebesar Rp. 4.778.253.000,”Jelas Bahtiar.

Bahtiar menambahkan, dengan adanya gugatan ini kiranya ketua pengadilan Ternate untuk menerima gugatan. Sekedar diketahui, Gugatan tersebut melalui advokat dan konsultan hukum dari kantor hukum Law office M. Bahtiar Husni dan associates sesuai surat kuasa khusus dengan nomor : 70/ADV/MBH-S/PDT/IX/2020 tertanggal 11 September 2020 yang telah di daftarkan pada kepaniteraan PN Ternate.

Terkait dengan Gugatan tersebut, Wartawan mencoba mengkonfirmasi Pemilih Jatiland Mall, Jhony Litan alais Apak namun belum berhasil. Olehnya itu, hingga berita ini di publik belum ada keterangan resmi darinya, tutupnya. (One)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed