oleh

Diduga Melakukan Penipuan Koordinator KUR Bank Artha Graha Dilaporkan Ke Polisi

SANANA, TMc- Laporan 26 orang warga Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara telah melaporkan kordinator kredit kur di Bank Artha Graha Faruk Bahnan di Polres Kepulauan Sula, pada Kamis (17/09).

Pantauan media ini, warga Desa Waitina selaku penerima uang kredit kur Bank Artha Graha sebanyak 26 orang yang diwakili Rusdia Labeharia telah resmi membuat laporn di SPKT. Setelah dari SPKT, Rusdia langsung alihkan ke ruang tindak pidana umum (Tipidum) Polres Sula.

“Saya lapor pak Hi. Faruk Bahnan selaku kordintor atas dugaan penipuan atau penggelapan tunggakan uang kredit kur Bank Artha Graha senilai Rp 18.715.883,00. Padahal saya hanya terima uang Rp 5 juta,” kata Rusdia.

Lanjut Rusdia, uang kredit kur Bank Artha Graha sebesar Rp 25 juta itu kami 26 orang ini masing-masing baru diberikan Rp 5 juta, itu pun dipotong Rp 940.000,00, sehingga tersisa Rp 4.60.000,00.

Program ini lanjut Rusdia berjalan sejak 2017 lalu, dan baru terbongkar pada Rabu (16/09) kemarin, saat pihaknya melakukan pengajuan kredit kur di Bank BRI Cabang Sanana, Kepsul baru diketahui ternyata sisa uang Rp 20 juta sudah dicairkan seratus persen, ujarnya.

“Pihak Bank BRI bilang semua data saya sudah di balcklist karena tunggakan setoran kredit kur di Bank Artha Graha senilai Rp 18.715.883,00. Disitu baru ketahuan ternyata uang bukan cair Rp 5 juta tapi Rp 25 juta sudah cair seratus persen,” ungkapnya.

Rusdia bilang, seandainya uang Rp 25 juta dicairkan seratus persen, Rp 5 juta diberikan ke 26 orang warga Waitina maka sisa Rp 20 juta dikemanakan. Misalnya uang Rp 20 juta kali 26 orang total Rp 520 juta, tutupnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed