oleh

BP2RD Gelar Rapat Bersama Komisi II DPRD Kota Ternate

TERNATE, TMc- Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate gelar rapat bersama Komisi II DPRD Kota Ternate, pembahasan Evaluasi Pendapatan Hasil Daerah (PAD) akhir tahun 2020 hingga menuju pada tahun 2021. Kamis (17/09). Rapat tersebut di laksanakan di kantor BP2RD Kota Ternate, dengan di hadiri Delapan (8) Orang Komisi II DPRD Kota Ternate.

Kepala BP2RD Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman, saat di wawancarai sejumlah awak media, usai rapat bersama Anggota Komisi II DPRD, menyampaikan bahwa kegiatan rapat bersama DPRD Kota Ternate dengan maksud untuk mengevaluasi kinerja kami. “Tentunya dalam operasional kegiatan dalam satu tahun ini, pasti ada hal-hal yang perlu di evaluasi dan akan di tindak lanjuti di tahun 2021,” ungkapnya.

Pihaknya (Ahmad Yani), mengakui masih banyak kehilangan dalam tata kelola pendapatan daerah, olehnya itu dalam pertemuan yang di gelar, Kepala BP2RD ini meminta dukungan DPRD dalam persoalan Anggaran. “Dengan menyangkut anggaran, terus terang saja, di anggaran kita di kota ternate masih sangat terbatas, dalam mengelola PAD kita,” terangnya.

Sementara itu Dirinya menyampaikan bahwa, DPRD juga harus memberikan dukungan terhadap upaya optimalisasi PAD. “Saya sampaikan bahwa, DPRD juga harus memberikan dukungan terhadap upaya optimalisasi PAD, terutama yang bersumber dari pendapatan-pendapatan lain, seperti dari pihak Parkir-perindo dan lain-lain. Itu yang menjadi penekanan saya,” ucap Kepala BP2RD.

Lanjut Ahmad Yani, APBD sendiri kami tidak merancang untuk menambah anggaran, karena kata Dia, memang kita tahu kondisi saat ini sangat terbatas anggaran kita, akibat mengalami defisit pengaruhnya Covid-19.

“Namun dengan semangat yang ada, kita berupaya untuk melaksanakan tugas kita untuk meningkatkan potensi-potensi pendapatan kita. Jadi di perubahan anggaran masih terjadi defisit, jadi untuk kurangnya anggaran pastinya ada, tapi kalau untuk menambah anggaran mungkin sudah tidak ada,” sebutnya.

Lebih lanjut di katakan, kita menyadari bahwa dalam kondisi saat ini memang kita harus ikat pinggang dulu sementara, hanya saja tidak mengurangi semangat kita untuk meningkatkan kinerja kita. “Dengan apa yang ada ini kita maksimalkan saja dengan anggaran yang ada,” tandasnya.

“Untuk tunggakan-tunggakan yang ada di restoran dan hotel-hotel ini akan kami kejar yang masih piutang, seperti Hotel Sahib Bela, karena hotel sahib bela adalah hotel penunggak pajak terbesar saat ini di kota ternate. Dengan tunggakannya masih beberapa bulan kemarin yang belum di bayar. Jadi kita minta manajernya untuk menyelesaikan, biarpun sudah ada pergantian manajer baru,” tegasnya. (Ade)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed