oleh

Sejumlah Kades dan Sekdes di Panggil Bawaslu: Ini Kata Koordinator Devisi Humum Bawaslu Kepsul

SANANA, TMc- Berdasarkan temuan dugaan pelanggaran pada beberapa kepala Desa yang di duga terlibat politik praktis pada pendaftaran bakal calon (bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) pada Minggu tanggal 6 september kemarin.

Tiga Kepala Desa dan satu Sekretaris Desa (Sekdes) di panggil Bawaslu dan di periksa oleh Sentra Penwgakan Hukum (Gakkumdu) di antaranya. Pj. Kepala Desa Bega Sukedi Buamona yang juga selaku ASN, Kades Mangoli, M.Ali Masuku, Kades, Waihama Abdul Hair Teapon, Kades Wai Ipa Adisen Ipa, dan Sekdes Wainib Andili Duwila.

Di katakannya. Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Bawaslu Kepulauan, Ajuan Umasugi kepada sejumlah awak media membenarkan, kehadiran empat Kades dan satu sekdes ini untuk memenuhi panggilan Bawaslu.

“Kalau Kades itu soal netralitas ASN dan Aparatur Desa, karena di tanggal 6 itu diduga mereka turut serta bersama rombongan saat mendaftar kemarin,” kata Ajuan.

Selain itu, lanjut Ajuan, menurut keterangan yang disampaikan kelima aparatur Desa ini, awalnya mereka sedang meleksanakan rapat terkait agenda Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi).

Usai melaksanakan rapat tersebur, sambung Ajuan, kelima aparatur Desa ini kemudian ingin melanjutkan agenda refresing ke destinasi wisata pulau kucing, di Desa Fukweu, Kecamatan Sanana Utara. “Karena bertepatan dengan waktu pendaftaran pasangan calon, maka berpotensi diduga melakukan pelanggaran” ujarnya.

Tak hanya itu, tambah Ajuan, ada juga gestur dan isyarat-israyat yang diduga mengarah pada potensi pelanggaran, misalnya mengangkat dua jari dan menunjukkan jempol, tutupnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed