oleh

DR. Hendra Karianga SH, MH: Ijazah Milik Usman Sidik Asli, Jika Ada Pihak Lain Menyatakan Palsu Harus Dibuktikan Putusan Dari Pengadilan

TERNATE, TMc– Praktisi Hukum Dr. Hendra Karianga, SH. M.Hum menyatakan ijazah milik bakal calon Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Usman Sidik adalah benar-benar asli bukan palsu. Sebab, soal ijazah asli atau palsu itu harus dibuktikan dengan putusan Pengadilan, bukan berdasarkan isu dari sekelompok orang tertentu yang merupakan bagian lawan politik, mereka sengaja membangun isu untuk menjatuhkan harkat dan martabat pribadi Usman Sidik tanpa memikirkan konsekwensi hukum, ungkap Hendra kepada wartawan via telepon, Sabtu (29/08/2020).

“Sebagai akademisi dan praktisi hukum, saya menilai dan berpendapat bahwa ijazah milik Usman Sidik adalah benar-benar asli sepanjang belum teruji dan adanya putusan dari Pengadilan yang menyatakan ijazah tersebut palsu,” kata Hendra.

Menurutnya, negara kita adalah negara hukum maka segala sesuatu harus dilandasi dengan peraturan dan perundang-undang yang berlaku. Artinya, terkait dengan keabsahan sebuah ijazah asli atau palsu tersebut harus melalui suatu proses hingga sampai putusan dari pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, tegas Hendra.

Apalagi menyangkut dengan pilkada. Tentunya, isu-isu politik yang sengaja dimainkan oleh sekelompok orang tertentu yang merupakan lawan tanding, mereka berbicara tanpa memikirkan harkat dan martabat orang lain. Hal inilah tentunya dapat diartikan bahwa politik merusak demokrasi.

Sebagai akademisi dan praktisi hukum. “Saya berpendapat bahwa ijazah milik Usman Sidik adalah Asli, namun jika ada pihak lain yang menganggap ijazah tersebut palsu silahkan saja dilakukan pengujian di Pengadilan. Tidak perlu salin hujat-menghujat dintara satu dengan yang lain, apalagi membuat isu provokatif di Pilkada 2020 tentunya sangat berdampak dengan masalah hukum yang harus dipikirkan resikonya,” tutup Dr. Hendra Karianga, SH, M.Hum sebagai Praktisi Hukum.

Mantan Pimpinan Redaksi (Pimred) Tabloid Gema Nusantara, Achmad Basir Nur yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku Utara, mengaku bahwa Usman Sidik benar-benar memiliki Ijazah SMA, ungkap Basir Nur kepada wartawan melalui via telepon, Kamis (28/08/2020) kemarin.

Pengakuan mantan pimpinan redaksi (Pimred) Tabloid Gema Nusantara Achmad Basir Nur ini, tentunya sangat beralasan karena pada tahun 2001-2005 nama Usman Sidik pernah menjadi wartawan di Surat Kabar Gema Nusantara. Sebab persyaratan untuk menjadi seorang wartawan saat itu harus memiliki Ijazah SMA sederajat, bahkan salah satu persyaratan utama untuk menjadi anggota PWI juga harus dilampirkan pas foto berwarna ukuran 3×4 cm dan foto copy ijazah SMA, akui Basir.

“Seingat saya nama Usman Sidik benar-benar memiliki ijazah SMA, sebab salah satu persyaratan untuk menjadi wartawan dan anggota PWI harus memiliki ijazah SMA tanpa adanya ijazah mustahil Usman Sidik bisa jadi wartawan,” kata Basir Nur.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Kota Ternate, Nursanny Samaun secara tegas mengatakan Ijazah milik Usman Sidik adalah benar-benar asli bukan palsu, ungkap Kepsek yang didampingi Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Malut Sudarto Abdul Kasim, saat melaksanakan jumpa pers di SMA Muhammadiyah Kota Ternate, Minggu (23/08/2020) beberapa hari lalu.

“Perlu saya tegaskan, ijazah yang dimiliki oleh Usman Sidik adalah asli sebagaimana nama yang termuat dalam dokumen yang ada di SMA Muhammadiyah Kota Ternate. Usman Sidik terdaftar di 8355 sebagai syarat pengajuan peserta ujian tahun 1991/1992, sebagaimana bukti ijazah lulusan SMA Muhammadiyah Ternate,” kata Nursanny Samaun (Kepsek) SMA Muhammadiyah Kota Ternate.

Penjelasan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Muhammadiyah Ternate Nursanny Samaun, terkait Ijazah milik Usman Sidik adalah benar-benar asli karena didukung dengan bukti nama Usman Sidik tercatat dalam daftar 8355 sebagai peserta ujian di SMA Muhammadiyah Tahun 1991/1992.

Keterangan yang disampaikan Kepsek SMA Muhammadiyah Ternate tersebut, tentunya dapat membantah isu dan polem soal ijazah palsu yang berkembang selama beberapa bulan ini melalui Medsos, terhadap Usman Sidik sebagai salah satu bakal calon (Balon) Bupati Halmahera Selatan.

Kepsek menjelaskan bahwa apa yang telah dilakukan pihak sekolah itu sudah benar sesuai dengan kewenangannya, yakni melegalisir ijazah milik Usman Sidik, membuat keterangan membenarkan bahwa nama Usman Sidik telah mengikuti ujian di SMA Muhammadiyah dan terdaftar di 8355 sebagai peserta ujian pada tahun 1991/1992.

Selain itu, Usman Sidik mantan wartawan senior RCTI yang kini sebagai bakal calon Bupati Halmahera Selatan adalah lulusan SMA Muhammadiyah Kota Ternate, sehingga ijazahnya benar-benar asli, dan kami pihak sekolah siap menerima risiko apa pun kalau ke depan nanti terjadi masalah hukum.

“Saya yang melegalisir ijazah dan mengeluarkan surat keterangan membenarkan bahwa Usman Sidik mengikuti ujian pada tahun 1991-1992 dengan nomor yang tertera di ijazah itu sesuai dengan kewenangan sebagai kepala sekolah,” tegas Nursanny.

Menurut dia, kewenangan sekolah yakni melegalisir ijazah berdasarkan ijazah asli yang dimiliki Usman Sidik dan sepanjang siapa pun menunjukkan ijazah asli, maka kami dari pihak sekolah tetap mengesahkan sepanjang ada bukti ijazah asli yang ditunjukan kepada kami, ujarnya.

Setelah ijazah milik Usman Sidik kami legalesir beberapa waktu lalu, tiba-tiba ada isu ijazah palsu maka hari ini melalui jumpa pers saya harus sampaikan ke publik bahwa ijazah milik Usman Sidik adalah benar-benar asli. Dan jika ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa ijazah tersebut adalah palsu itu bukan kewenangan kami jadi silahkan dibawah ke pengadilan, tutur Nursanny.

Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Malut Sudarto Abdul Kasim mengatakan bahwa polemik dan isu liar yang tidak bertanggung jawab beredar ke publik melalui media sosial (medsos) soal dugaan ijazah palsu yang dialamatkan kepada Usman Sidik salah satu bakal calon Bupati Halmahera Selatan itu sangat tidak mendasar.

Kami sebagai Pimpinan Wilayah Muhammadiyah akan bersikap jika ada pihak-pihak tertentu yang mencoreng nama baik lembaga Muhammadiyah, karena sekolah tidak mungkin mengeluarkan ijazah, apabila siswa tersebut tidak pernah masuk sekolah di SMA Muhammadiyah, kata Sudarto.

Muhammadiyah setempat secara resmi dan tegas meluruskan isu dugaan ijazah palsu terhadap salah satu calon kepala daerah yang diterbitkan oleh SMA Muhammadiyah Kota Ternate.

Sekretaris Majelis Hukum dan HAM PW Muhammadiyah Malut Rahim Yasin SH, MH menambahkan bahwa, Pengurus PW Muhammadiyah mempersilakan jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk membawanya ke rana hukum, jika ijazah yang dikeluarkan SMA Muhammadiyah dinilai berkonsekuensi dengan hukum. (Red/01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed