oleh

Diduga Mobil Bantuan Kemendes Dijadikan Lahan Bisnis Kelompok

SANANA, TMc- Mobil pick Up merek Hilux nomor polisi DG. 8032. UR, bantuan dari kementrian desa (kemandes) yang di berikam oleh masyarakat Desa Kabau Darat Kecamatan Sula Besi Barat Kabuoaten Kepulauan Sula (Kepsul) untuk di jadikan alat bantu transportasi antara desa dan kota di Duga di jadikan lahan bisnis kelompok.

Hal ini sering menjadi pertanyaan bagi masyarakat selama mobil kurang lebih 1 tahun beroprasi di Desa Kabau Darat Kecamatan Sulabesi Barat Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Salah satau pemuda Desa Kabau Darat Sahrun Abas, menyoroti masalah tersebut ia (Sahrun) menyampaikan, DPRD Kepsul Bagian komisi satu dan kadis perhubungan, bahwa mobil angkutan desa yang diberikan oleh kementrian desa untuk membantu masyarakat dalam hal ini transpor angkutan desa ke kota tidak sesuai dengan aturan kemendes nomor 2 tahun 2019.

“Jadi kalau Kita ikuti dalam aturan kemendes nomor 2 tahun 2019 maka mobil tersebut di kelola oleh BUMdes atau koperasi, tapi perlu DPRD komisi satu dan dinas perhubungan tau bahwa yang terjadi saat ini di Desa Kabau pada umum’nya dan kabau darat pada khususx adalah, mobil itu di kelolah oleh 5 orang yang atur dalam satu kelompok. Diantaranya safari Naipon dia sebagai ketua kelompok tersebut dan 4 orang lain’nya berada di kabau darat,  5 orang tersebut setiap bulan mendapat upah sebesar 400.000 pertanyaan’ nya mereka itu kerja apa di mobil tersebut sehingga setiap bula  mendapat upah 400.000,” kata Sahrun, Kamis (27/08).

Terkait hal tersebut Sahrun meminta kepada Komisi I DPRD Kepsul dan Dinas perhubungan untuk segera mengseriusi persoalan ini “jadi tolong DPRD komisi satu dan dinas perhubungan segera menjelaskan persoalan ini kepada kami selaku masyarakat Desa kabau Darat.

Menurut Sahrun Orang tua dan saudara kita yang di kampung itu tidak terlalu peka dengan hal-hal seprti ini, jadi tolong jangan bodohi mereka. “teruntuk dinas perhubungan dan DPRD komisi I, saya berharap jangan hanya panggil kepala desa ke kantor diskusi di ruangam ber AC, tolong lansung ke desa yg mendapat mobil tersebut dan suruh kepala desa panggil semua masyarakat supaya dinas perhubungan dan DPRD komisi I menyampaikan kepada masyarakat bahwa itu mobil angkutan desa, bukan mobil bisnis kelompok, tegasnya.

Lanjut Sahrun. Mobil ini punya masyarakat desa yang di berikan oleh kementrian desa (kemendes) bukan mobil pemebrian Bupati Kepsul Hendrata Thes dan bukan pula mobil kepala desa atau 5 orang tersebut, yang di sampaikan pada saat acra penyerahan di Desa Kabau Lau pada tahun 2019 yang lalu.

“Informasi yang di sampaikan ke kabau adalah itu mobil pemberian Hendrata Thes dan mereka 5 orang dalam kelompok itulah yang mengurus mobil tersebut jaminan’nya adalah KTP mereka, dan dari hasil mobil tersebut perbulannya mereka bisa dapat upah sebesar 400.000 lewat KTP tersebut,” tutupnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed