oleh

Alasan Tidak Ada Anggaran Pemda Kepsul Kurangi Peserta BPJS

SANANA, TMc- Jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) untuk peserta Ditanggung Pemda (PDP) oleh pemerintah Daerah kabupaten kepulauan sula mengalami kekurangan dari 9808 yang mendaftar di kurangi 1721 dan hanya 8087 yang di tanggung oleh Pemda di tahun 2020.

Pasalanya dalam pengurangan peserta tersebut masi saja ada perbedaaan pendapat dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Safrudin Sapsuha dan Kepala Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan Kepsul Abdul Gani dalam menyikapi persoalan ini.

Safrudin Sapsuha saat di mintai keterangan oleh awak media, Kamis (27/08) menyampikan, Kemarin suda kesepakatan bersama antara pemda dan BPJS Kesehatan bahwa tanggungan peserta sampai pada bulan Desember itu adalah di tanggung pemerintah daerah.

“jadi untuk sementara kita tengani yang ada sampai pada desember dan kita akan danai semua dengan total anggran yang di sediakan sebesar 3,7 milar” jelas Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kepsul Safrudin Sapsuha.

Lanjutnya, berkaitan dengan peserta Jamkesda yang di kurangi seribu lebih untuk tahun ini, pihaknya baru mengetahui pada saat rapat bersama kepala BPJS dengan pemda kepsul yang di gelar belum lama ini.

“Berdasarkan hasil rapat kemarin baru terdeteksi orang-orang yang punya kartu BPJS kesehatan tapi belum digunakan, namun bukan berarti pemda mengabaikan itu tetap jalan di tahun 2021, karena menurut BPJS mereka ada kartunya tapi tidak aktif menggunakannya, katanya.

Secara terpisah, Kepala BPJS Kepualauan sula Abdul Gani menyampikan, peserta yang mendaftar untuk tahun 2020 sebanyak 9808 itupun di anggarkan sampai pada bulan september.

“Cuman karena ada penurunan uran dari 42 ribu menjadi 25 ribu yang di atur dalam PERPES nomor 64 tahun 2020, walaupun ada penurunan uran tapi kalau perpanjang pemda masi bukan pengguna uran kalau sampe pada Desember, tutur Kepala BPJS Kepsul.

Gani pun menambahakan, pihaknya suda berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pemda kepsul untuk penambahan anggaran sehingga perpanjangan waktu sampai padan bulan Desember dengan kuota peserta 9808.

“kemarin kami usulkan ke dinas kesehatan dan berkoordinasi dengan Sekda ternya pemda tidak ada anggaran sehingga korbannya di peserta di kurangi dari 9808 tinggal hanya 8087 jadi 1721 yang di kurangi dan tidak di tanggung oleh pemda di tahun 2020. Pungkasnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed