oleh

FllowUp. Tiga Kali Mediasi Gagal; Kuswandi KamiTetap Bertahan Pada Gugatan Awal

SANANA, TMc- Pengadilan Negeri (PN) Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) kembali menggelar sidang mediasi gugatan sengketa kredit terhadap Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Sanana, Selasa (18/08).

Pada sidang mediasi yang ketiga kali ini, belum juga menemukan titik terang. Kepala KCP BRI Sanana, Rahmat ditemui usai sidang mediasi menyampaikan, sidang mediasi yang digelar hari ini (selasa,red) tidak menemui titik terang.

Pasalnya, pihak penggugat hanya terfokus pada gugatannya. “Mereka cuman fokus di gugatan saja, jadi nanti kita lanjutkan pada sidang berikutnya.” Katanya.

Terkait agenda sidang berikutnya dengan agenda pembacaan gugatan oleh pihak penggugat, Rahmat bilang, jika ada persoalan yang menyangkut dengan BRI di Sanana, maka segalanya akan diambil alih oleh Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Manado. “Kuasa hukum akan dikirim dari Manado. Saya hanya mewakili membacanya. Materinya nanti BRI wilayah Manado yang siapkan,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, jika BRI dianggap mengalihkan kredit itu tidak benar. “Kalau dianggap dialihkan. Tidak ada dialihkan.Nanti pembuktian saja pas sidang. Kalau sudah dialihkan pasti sudah dibalik nama.” ungkapnya.

Sedangkan, lanjut Rahmat, untuk sertifikat rumah milik orangtua Azwin, Bank tidak akan memberikan jika seluruh ahli waris tidak dihadirkan. “Bank tidak akan kasih kalau tidak lengkap (ahli waris). Kalau ada keluarga yang jauh, minimal harus buat surat kuasa.” Tegasnya.

Sementara tergugat I, Haja Hartawati kepada media ini mengakui, bahwa dirinya yang melanjutkan kredit orangtua Azwin. Akan tetapi, dirinya berdalih bahwa sebelum melanjutkan kredit tersebut, sudah ada kesepakatan sebelumnya dengan ahli waris. “Memang tidak ada kesepakatan hitam di atas putih, hanya lisan saja,” katanya.

Tak hanya itu, Hartawati juga menyebutkan, sebelum membayar lunas kredit orangtua Azwin, Kepala BRI Cabang Sanana, di Desa Falahu, Kecamatan Sanana, Pak Hari sempat memanggil dirinya bersama Azwin dan Istri dari Kakak Azwin untuk menanyakan persoalan kredit yang menunggak.

“Waktu itu pak Hari tanya, bagaimana kamong (kalian) bisa bayar hutang bapa kalian dan tebus rumah atau tidak. Azwin bilang, saat ini saya belum bisa karena belum ada uang. Jadi Pak Hari bilang, apakah pak Azwin bersedia kalau kredit orangtuanya dibayar Ibu Hartawati. Waktu itu saya dengar dia bilang mau.” Tutur Hartawati.

Sedangkan, pada sidang mediasi ketiga yang digelar Pengadilan Negeri Kepulauan Sula ini tidak dihadiri oleh Herman selaku tergugat II dalam gugatan yang diajukan ke Pengadilan.

Sementara pihak penggugat yakni Azwin, melalui kuasa hukumnya, Kuswandi Buamona, menbatah apa yang disampaikan Hartawati. Karena pada mediasi sebelumnya, Hartawati mengakui bahwa tidak pernah ada kesepakatan.

“Mediasi sebelumnya, Ibu Hartawati mengakui tidak pernah menyepakati. Mereka (Bank) bikinlah satu surat untuk kliennya menandatangani, tapi karena dalam surat tersebut ada pengalihan maka kliennya tidak mau tanda tangan.” Tandasnya.

“Kalau pihak Bank bilang tidak dialihkan, pertanyaannya apakah yang bukan alih waris bisa melunasi hutang itu. Sementara ahli waris tidak menyepakati itu.” Kata Wandi.

Untuk itu, kata Wandi, mediasi yang digelar belum ada penyelesaian, karena pihaknya berdasarkan pada gugatan. “Kita tetap pada gugatan, karena jelas dalam hal ini pihak Bank, pihak tergugat I dan tergugat II sudah jelas-jelas melakukan perbuatan melawan hukum. Sidang dijadwalkan minggu depan dengan agenda pembacaan gugatan.” Pungkasnya.

Sekedar diketahui, pada sidang mediasi ketiga yang digelar Pengadilan Negeri Kepulauan Sula ini tidak dihadiri tegugat II, bapak Herman, tutupnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed