oleh

Kepulauan Sula Bakal Miliki Taman Makam Pahlawan

SANANA, TMc- Satu agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Kepulauan Sula, adalah menggelar acara tabur bunga di salah satu makam pahlawan asal Kepulauan Sula, Ismail Sahjuan Sangadji.

Sekedar diketahui, Ismail Sahjuan Sangadji merupakan salah satu tokoh perintis kemerdekaan RI yang berasal dari Kepulauan Sula. “Setiap tahun saat 17 Agustus itu ada penghormatan untuk pahlawan, yakni dengan tabur bunga di makam pahlawan, dan pahlawan kita di Sula itu kan almarhum Pak Ismail Digul,” ungkap Bupati Sula, Hendrata Thes di Kediamannya, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula, Minggu (16/08).

Di katakannya (Hendrata red), pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 75 di Sula, tabur bunga sudah menjadi agenda tahunan yang wajib dilakukan. “Setiap tahun biasa begitu, ada penghargaan tabur bunga di salah satu pahlawan, maka pahlawan Sula ini dalah Pak Ismail Digul.” Terangnya.

Selain Ismail Digul, lanjut Hendrata, ada juga penghargaan untuk salah satu pahlawan pemekaran Kabupaten, yakni Yusuf Mayau. “Sebagai pejuang pemekaran Kabupaten Kepulauan Sula, penghargaan yang kita berikan adalah, kita renofasi rumah beliau dan mendaftarkan beliau untuk berangkat naik haji, karena sebagai pejuang yang memperjuangkan Negri ini sampai jadi Kabupaten. Ini salah satunya adalah beliau yang masih hidup, maka wajib bagi kita untuk memperhatikan beliau selaku tokoh pemekaran Kabupaten,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Hendrata, Pemda juga telah memikirkan sebuah penghargaan khusus terhadap tokoh perintis kemerdekaan RI asal Kepulauan Sula. Untuk itu, Hendrata menambahkan, dirinya pernah merancang lokasi khusus untuk menempatkan makam Ismail Digoel sebagai bentuk penghargaan. Namun, untuk lokasi hingga saat ini belum ditemukan.

“Kalau langkah untuk memikirkan makam beliau (Ismail Digoel) secara khusus, itu saya sudah pernah merancang. Namun, kita belum dapat tempat yang memang pas, dimana makam beliau akan ditempatkan. Sehingga jadi tempat untuk semua orang bisa kunjungi, dan diketahui banyak orang, bahwa ini adalah salah satu pahlawan di Sula.” ujar Hendrata.

Hendrata juga berkeinginan untuk membuat satu taman makam Pahlawan di Sula, akan tetapi untuk memindahkan makam Ismail Digul, Pemda juga harus berkoordinasi dengan pihak keluarga. Apakah pihak keluarga bersedia atau tidak, karena ini menyangkut keluarga orang, sekalipun beliau ini seorang pahlawan.

“Kalau pihak keluarga mau, maka tinggal diseriusi saja, karena ini merupakan suatu penghargaan dan nanti seluruh masyarakat di Sula ini bisa tau, bahwa makam pahlawan di Sula itu ada di sini.” jelas Hendrata.

Atas keinginannya itu, Hendarata juga berharap agar seluruh masyarakat di Sula bisa menghargai dan menghormatu jasa para tokoh yang pernah berjuang, baik untuk daerah maupun negara. “Kita sebagai orang Sula harus menghargai jasa-jasa orang yang sudah pernah berbuat untuk daerah kita. Minimal kenal dan hargai.” Pungkasnya.

Terpisah. dari pihak keluarga diwakili salah satu cucu Ismail Digoel, Zaitun Nurlatifa Sangadji kepada media ini menyatakan, pihak keluarga bersedia jika makam Ismail Digoel dipindahkan.

Akan tetapi, Sambung Lulu sapaan akrabnya, pihak keluarga juga berkeinginan agar seluruh makam keluarga Ismail Digoel yang pernah diasingkan bersama Ismail di Boven Digoel juga ikut dipindahkan.

“Keluarga sangat mau kalau Pemda berencana memindahkan makam kakek (Ismail Digoel). Asalkan semua makam keluarga yang pernah diasingkan sama-sama di Boven Digoel juga ikut dipindahkan,” ungkapnya.

Lanjutnya, kalau dari Pemda bersedia memindahkan seluruh makam keluarganya, maka Pemda harus terlebih dulu menyiapkan lokasinya. “Kalau bisa, Pemda harus siapkan dulu taman makam pahlawannya. Kalau sudah siap, maka kami keluarga sangat mau makam itu dipindahkan,” tutupnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed