oleh

Kejari Melakukan Pemanggilan Terhadap Kadis Kesehatan Tikep

TIDORE, TMc- Kejaksaan Negri (Kejari) Tikep melakukan penggalian terhadap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan (Tikep), terkait dengan penggunaan anggaran Covid -19 tahap I sebesar Rp 2,5 milyar, yang di kelolah oleh Dinas Kesehatan dan pengunaan angaran Covid -19 tahap II.

Kehadiran Abdullah Maradjabesy, Kepala Dinas Kesehatan, di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) soasio tersebut didampingi bendahara Dinas Kesehatan.

Kasih Datun Kejaksaan Negeri (Kejari) Soasio, Kota Tidore Kepulauan. Dedy Safrisal. saat di konfirmasi, Awak media, pada Kamis (13/08/2020), di kantor Kejari Tikep dia mengatakan bahwa kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore dan bendahara, terkait dengan pengunaan anggaran Covid -19 tahap I dan tahap II, ujarnya.

“Untuk pengunaan angaran Covid-19 tahap satu dan tahap dua, karena penguanan angaran tahap saru dan dua suda selesai di lakukan, dan kejari cuman menanyakan apakah pengunaan suda susui atau belum”. ungkap Kasih Datum Kajari Soasio, Dedy Safrisal kepada beberapa awak media.

Lanjut Dedy, memang secara adminitrasi ada sedikit perbaikan, tetapi secara umum pertangungjawaban suda di serahkan ke Inspektorat Tikep.

“Untuk anggaran tahap satu dan tahap dua, terutama tahap dua kejari belum di berikan oleh Inspektorat, karena saat ini baru di serahkan tahap satu,” tuturnya.

Tambah dia, seluruh laporan pengunaan anggaran, baik angatan tahap satu dan tahap dua suda di serahkan ke Inspektorat dan saat ini masih di ferifikasih oleh Inspektorat.

Terpisah, Kadis Kesehatan Abdullah Maradjabesy, saat dikonfirmasi terbitmalut.com via telpon menuturkan, tujuan dirinya hadir dikantor kejaksaan kota tikep adalah bentuk koodrinasi antara sesama tim gugus tugas dimana kejaksaan juga termasuk didalam tim guggus, koordinasi tersebut dalam hal pengelolaan anggaran dan bukan panggilan Seperti halnya panggilan kepada tersangka kasus korupsi atau semisalnya, ujarnya.

“Ini Cuma koordinasi untuk saling mencocokan data tentang penggunaan anggaran covid-19,” Tegas Abdullah Maradjabesy sambil menegaskan bahwa jumlah anggaran Rp 2,5 Milyar tersebut diperuntukan bukan hanya kepada Dinas Kesehatan semata tapi juga disalurkan kepada 5 (lima) dinas lainnya,” tegasnya. (wrd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed