oleh

Diduga Melakukan Penipuan Tiga Pihak Terkait Bakal di Polisikan

SANANA, TMc- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kepala Desa (Kades) Waibau, Kecamatan Sanana, Kepsul, bakal dipolisikan.

Selain Kadis PUPR Kepsul dan Kades Waibau, Direktur CV Bumi Permata juga bakal dilaporkan ke Polisi lantaran diduga telah melakukan penipuan terhadap Hasan Fataruba, salah satu warga Desa Waibau.

Kadis PUPR dan Kades Waibau dilaporkan lantaran sampai saat ini tidak ada penyerahan dokumen pelepasan hak tanah, atau dokumen hibah atas tanah milik keluarga Hasan yang dihibahkan untuk pembagunan jalan di Desa Waibau.

Rasman Buamona selaku Kuasa Hukum Hasan kepada Media ini, Senin (10/08) mengungkapkan, pihaknya sudah memenuhi proses mediasi yang digelar Polres Kepsul namun proses mediasi yang digelar pada, Sabtu (08/08) kemarin itu tidak ada titik temu.

Untuk itu, Rasman bersama kliennya akan melaporkan Kadis PUPR Kepsul dan Kades Waibau ke Polisi karena diduga telah melakukan penipuan.

Tak hanya itu, Rasman juga akan melaporkan Direktur CV Bumi Permata atas permasalahan ini. “Hari Sabtu 8 Agustus itu sudah ada mediasi untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, tapi Kadis PUPR dan Kades Waibau beserta Direktur CV Bumi Permata tidak hadir,” katanya.

Dalam mediasi tersebut, lanjut Rasman, Kades Waibau menyatakan bahwa Pak Hasan Fataruba tidak memiliki tanah yang telah dibangun jalan diatasnya oleh CV. Bumi Permata. “Kades bilang disitu tidak ada warga yang memiliki tanah. Yang dimiliki hanya tanaman sagu, karena disitu tanah rawa atau tanah negara.” Ungkapnya.

Mendengar pernyataan Kades tersebut, Hasan didampingi kuasa hukumnya berkebaratan. Menurut Hasan, Kades Wai Bau telah berbohong. “Dia yang datang ke saya minta saya hibah tanah untuk pembangunan jalan. Saya kemudian setuju, karena demi amal jariah orang tua dan leluhur saya yang sudah meninggal.” Ujar Hasan.

Selain itu juga, sambung Rasman, pada saat pengukuran jalan oleh PUPR Kepsul, kilennya juga ikut serta dalam proses itu. “Klien saya juga turun ke lokasi bersama orang-orang dari PUPR untuk ukur badan jalan dan penebangan pohon sagu. Kenapa sekarang jadi lain?,” cecar Hasan.

Di hadapan Polisi yang memediasi, Rasman Buamona selaku Kuasa Hukum menyatakan, bahwa Kades Wai Bau telah mendelegitimasi hak dari kliennya untuk mendapatkan dokumen pelepasan hak atas tanah, sehingga pertemuan mediasi itu tidak ada titik temunya.

“Kami akan tetap melanjutkan laporan kami di Polres Sula terkait dengan dugaan penipuan yang telah dilakukan oleh Kades Wai Bau, Kadis PUPR dan Direktur CV. Bumi Permata terhadap klien kami.” Pungkasnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed