oleh

Polres Sula Mulai Lakukan Penyelidikan Kasus Dugaan Proyek Bermasalah Senilai Rp 30 Miliar

SANANA, TMc- Kepoilisian Resort Polres Kepulauan Sula (Kepsul), sudah melakukan penyelidikan atas laporan HMI Cabang Sanana dan PMII Cabang Kepulauan Sula terkait 26 paket proyek yang diduga bermasalah dilapangan.

Kasus dugaan proyek fiktif yang bersumber dari anggaran APBD 2018 dan APBD 2019 yang menguras uang rakyat ditaksirkan sebesar Rp 30,6 miliar tersebut sudah masuk dalam tahap penyelidikan pada Unit Tipikor Polres Sula. Bahkan sejumlah saksi-saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Sula, salah-satunya termasuk Plt Kadis PUPR Nursaleh Bainuru, ungkap Kapolres AKBP M. Irvan S.Ik.

“Surat sudah masuk kepada saya, dan saya disposisi ke Kasat Serse, dan kasat Serse sudah mengeluarkan surat penyelidikan namun hasil penyelidikan belum ada laporan kepada saya sampai dimana penyelidikan kasus tersebut,” kata Kapolres.

“Tapi yang saya tau mereka pasti sudah melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Bahkan kasusnya banyak, jadi yang progresnya dilaporkan lebih dulu itu yang kita dahulukan, jelasnya.

Selain itu, terkait masalah ini pihak penyidik telah membentuk tim, dimana tim yang satu melakukan penyelidikan progres fisik dilapangan maka semua itu tergantung dari pada hasil penyelidikan.

“Pada saat anggota turun di lapangan, mungkin memang sudah jelas-jelas nampak kesalahan itu yang kita dahulukan. Jadi semua kasus yang dilaporkan, kita serius dan tetap akan melaksanakan penyelidikan,” ungkap Kapolres.

Sekedar Informasi bahwa, salah satu dari 26 paket proyek fisik yang dilaporkan oleh HMI dan PMII itu adalah proyek pembangunan jalan Waitinagoi-Wailoba di Kecatan Mangoli Tengah, dengan nilai kontrak sebesar Rp 11,500 miliar terkesan diabaikan.

Padahal, kasus jalan waitinagoi-wailoba yang lebih dulu dilaporkan secara lisan oleh Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Kepulauan Sula. Laporan tersebut telah ditindak lanjuti. Dimana, Direktur PT. Amata Mahakarya Abraham alias Bram telah dipanggil dan diperiksa.

Selain itu, mantan Kabid Bina Marga Isnain Masuku juga dipanggil untuk diperiksa namun selama 1 Tahun lebih tidak ada kejelasan. Mestinya jalan waitinagoi-wailoba yang lebih dulu diproses hingga ada titik terang baru penyelidikan kasus yang lain. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed