oleh

Kepsek : SD Negeri 14 Kota Ternate Proses Belajar Mengajar Masih Darling dan Luring

TERNATE, TMc- SD Negeri 14 Kota Ternate berlakukan proses belajar mengajar dengan menggunakan dua cara yakni, secara Daring dan secara Luring, akibat para siswa/i sebagian besar tidak memiliki Hp Android.

Kepala Sekolah SD Negeri 14 Kota Ternate, Hj. Nurain Djamaludin saat di temui awak media di ruang kerjanya, Rabu (29/07/2020) pagi tadi, mengatakan untuk SD Negeri 14 Kota Ternate, setelah mendengar keluhan masukan dari pada orang tua. Dari beberapa hari kemarin. “Maka sebelum tanggal 20 proses pembelajaran di mulai, saya buat pertemuan rapat internal, kepala sekolah dan semua dewan guru,” ucapnya.

Akhirnya kata Kepsek, kami ambil satu keputusan yaitu Luring dan Daring. Kalau untuk luring seperti biasa tugasnya, sementara daring harus menggunakan Hp Android dan Laptop/Komputer.  “Jadi sementara ini siswa melaksanakan proses pembelajaran secara daring, itupun di khususkan terhadap kelas yang lebih tinggi seperti, kelas 4,5 dan kelas 6,” ujarnya.

Lanjut Nurain, sementara kelas 1,2 dan kelas 3 bisa datang berkordinasi dengan guru kelas, jikalau tidak menggunakan Hp Android. “Akhirnya pembelajaran daring ini tetap di laksanakan, tetapi kelihatan sebagian besar siswa yang tidak merata dalam kepemilikan Hp nya,” keluhnya.

Sambungnya, “kemudian masukan guru seperti itu, kami buat model pembelajaran luring, tapi kordinasinya bisa di rumah, dan bisa juga orang tua membawa anaknya untuk datang berkordinasi di sekolah”.

Menurutnya, kemarin di tanggal 20 bulan Juli 2020 di saat waktu belajar seluruh guru stand bay di sekolah, jadi pembelajaran itu misalkan menggunakan video atau sebagainya itu kurang jelas, maka orang tua bisa langsung menghubungi di sekolah atau bisa datang langsung di sekolah untuk melapor, dan tetap menggunakan protokol kesehatan.

“Harapan nya, mudah-mudahan pandemi covid-19 cepat berkahir, agar proses pembelajaran berjalan seperti biasa, seperti sedia kala. Karena saya sebagai kepala sekolah merasa miris, dengan pembelajaran daring ini, karena kita tidak bisa ketemu secara langsung dengan siswa kita, karena dari sisi lain juga tidak memiliki Hp Android, jadi tidak seperti siswa-siswa yang lain, tetapi di sekolah SD Negeri 14 Kota Ternate siswa-siswa saya banyak sekali tidak memiliki Hp Android,” tutupnya. (Ade)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed