oleh

Ihsan: Diduga Proyek MCK di Seluruh Desa itu Bermasalah

SANANA, TMc- Proyek bangunan  MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) rata-rata bermasalah dengan hibah lahan warga. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepsul, Ihsan Umaternate di ruang komisi, Rabu (29/07).

Wakil rakyat dua periode ini mengaku, hasil pengaswan komisi III, ditemukan dua unit proyek MCK di Desa Modapia dan satu unit  desa Falabisahaya Kecamatan Mangoli Utara yang bermasalah. “Masalahnya itu MCK dibangun di lahan warga yang bersertifikat yang belum di buat dokumen hibahnya,” katanya.

Dua unit MCK di Modapia, satu diantaranya sudah diselesai dibuat dokumen hibah tanah warga.”Yang Selesai itu MCK tahun 2020 di Modapia. Sedangkan tahun 2018 belum. Satu unit MCK anggarannya 450 juta rupiah,” ungkapnya.

Selain dua desa tersebut, politisi Golkar Kepsul ini mendapat laporan serupa terjadi di desa Wai Ina dan Desa Partina Kecamatan Sula Besi Barat.”Ini kita belum turun cek. Tapi ada laporan masyarakat demikian. Masalah yang sama,” ungkapnya.

Di katakan Ihsan, proyek yang menggunakan anggaran APBN itu lemah pada perencanaan. Semestinya dokumen atau surat hibah dibuat lebih dahulu sebelum MCK dibangun.”Seharusnya surat hibah dibikin dulu baru dibangun MCK. Rata-rata Kepala Desa hanya main tunjuk-tunjuk lahan,” paparnya.

Dari temuan di Modapia dan Falabisahaya, Ihsan menduga kuat masalah serupa terjadi di seantero desa yang dibangun MKC yang menggunakan APBN tersebut.”Kita bisa berkesimpulan bahwa semua terjadi masalah yang sama,” imbuhnya. “Kami juga sudah sampaikan ke Kadis PUPR saat Rapat Dengar Pendapat (RDK)  bahwa, segera selesaikan masalah tersebut,” pungkas Ihsan. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed