oleh

Sekkot Ternate Penuhi Undangan Tim Penyidik Kejati Malut

TERNATE, TMc- Sekretaris Kota (Sekkot) Ternate, Yusuf Sunya memenuhi undangan klarifikasi di kejaksaan soal dugaan kasus Korupsi Dana penempatan investasi melalui Hibah ke tiga Perusahaan Daerah (Perusda) Yakni PT BPRS Bahari Berkesan, PT. Alga Kastela dan Apotik Bahari Berkesan tahun anggaran 2019.

Juru Bicara Kejati Malut, Richard Sinaga saat dikonfirmasi wartawan, Senin (27/07) membenarkan kehadiran orang nomor tiga di Pemkot Ternate itu.

“Iya benar, Sekkot penuhi undangan dklarifikasi pengumpulan data soal BPRS. karena tim penyelidik saat ini pengumpulan data (puldata) dan pengumulan bahan keterangan (pulbaket),” Imbuh Richard.

Diketahui pemerintah Kota Ternate dalam pengambilan kebijakan atas penempatan dana investasi pemerintah belum melakukan analisa terkait kelayakan investasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Bahkan Pemerintah Kota Ternate telah melakukan penanaman modal ke PT.Bahari Berkesan tahun anggaran 2018 sebesar Rp 5 miliar. Dimana PT. Bahari Berkesan sebagai induk dari perusahaan daerah.

Anggaran sebasar 5 miliar itu dibagikan ke tigà perusahan sebagai penambahan modal yakni PT. BPRS Bahari Berkesan senilai Rp 2.000.000.000, di susul PT. Alga Kastela Rp 1.200.000.000 dan PD Apotek Bahari Berkesan senilai Rp 1.800.000.000. Namun sejak tiga tahun berturut-turut mengalami kerugian dan laporanya tidak diaudit oleh PT. Bahari Berkesan sebagai induk dari perusahan daerah dari tahun 2016 sebesar Rp 733.600.000, tahun 2017 senilai Rp 256.000.000 dan tahun 2018 sebesar Rp 3.029.000.000. (Isr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed