oleh

Mantan Kadis PU Malut, Jafar Ismail Diperiksa Tim Kejati

TERNATE, TMc- Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Jafar Ismail diperiksa tim Penyelidik bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

Informasi yang dihimpun wartawan, Kadis Perkim Provinsi Maluku Utara, Jafar Ismail itu diperiksa terkait dugaan tindak pidana korupsi anggaran Pembangunan Bendungan tahap I di Wayamli Kabupaten Halmahera Timur, (Haltim) Provinsi Maluku Utara.

Sementara itu, Djafar Ismail saat dikonfirmasi wartawan menampik atas pemeriksaan tersebut. Bahkan ia mengakui datang di kejati Malut dalam rangka silaturami. “Saya datang silaturahmi. bacarita biasa termasuk bacarita proyek wayamli Kabupaten Halmahera Timur,” Imbuh Jafar.

 

Terpisah kasipenkum Kejati Malut, Richard Sinaga saat dikonfirmasi membenarkan perihal kedatangan mantan kadis PUPR Malut, Jafar Ismail di Kejati Malut. “Iya benar, tetapi belum diketahui pasti maksud kedatangan beliau. Nanti di cek dulu,”Singkat Richard.

Untuk diketahui, Pembangunan Bendungan tahap I di Wayamli Kabupaten Halmahera Timur, (Haltim) melalui sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018 senilai Rp.14,3 miliar lebih itu terdapat indikasi Korupsi. Dimana, dalam tahapan proses pekerjan berjalan, matrial seperti pasir dan batu yang di gunakan untuk fisik bangunan diangkut dalam Kali/sungai tampa dibayarkan ke masyarkat Desa trans Wayamli.

Proyek bendungan Wayamli yang di kerjakan pada tanggal 18 mei 2018 lalu dikerjakan oleh PT. Sari Canggi Perkasa direalisasikan langsung oleh Dinas Pekerjan Umum (PUPR) Provinsi Maluku Utara dengan nomor kontrak: 600.610/SP/KONTRAK/DPUPR-MU-SDA-APBD-DAK/Fsk.04/2018 tertanggal 18 mei 2018 dengan Kontarktor Pengawasan PT.Oseano Adhita Prasarana. (Isr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed