oleh

Lagi, Pemda Kepsul Kembali di Demo Warga dan Mahasiswa

SANANA, TMc- Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda kecamatan Sulabesi Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) kembali turun ke jalan  menyuarakan aspirasi masyarakat Sulabesi Timur terkait Pembangunan infrastruktur Jembatan desa Baleha, kecamatan Sulabesi Timur Kabupaten Kepulauan Sula, Senin (27/07).

Aksi masa yang berjumlah kurang lebih 50 orang dengan menggunakan dua buah mobil pick Up dan di lengkapi Soundsystem menggelar aksi di beberapa titik yakni, di Kantor Kecamatan Sulabesi Timur, Depan Pasar Basanohi Desa Fogi, Kompleks Pertokoan Desa Fagudu dan di Depan Kantor DPRD kabupaten kepulauan Sula.

Romansa Upara salah satu Orator Aksi saat menyampaikan bobotan orasinya menyampaikan bahwa kecamatan Sulabesi Timur adalah salah satu kecamatan yang ada di kabupaten kepulauan Sula yang terdiri dari 6 desa yaitu desa Baleha ,Sama, Fatkauyon, Wailia, Waisepa dan Waigoiyofa merupakan kecamatan hasil pemekaran dari kecamatan Sanana berdasarkan Peraturan daerah (PERDA) nomor 2 tahun 2006.

Jika di lihat dari PERDA nomor 2 tahun 2006 kecamatan Sulabesi Timur ini suda bukan usia yang mudah lagi karena suda 14 tahun dan seharusnya kecamatan Sulabesi Timur sudah maju secara infrastruktur dan juga dalam segala bidang teriak Korlap aksi menyampaikan bobotan orasi nya.

Sedangkan Kordinator Lapangan (Korlap) Irfandi Nurau dalam berorasi menuturkan bahwa menyikapi berbagai macam problematika yang ada di kecamatan Sulabesi Timur bagi kami Pemerintah daerah kabupaten kepulauan Sula dibawa pimpinan Bupati Hendrata Thes tidak mampu menyelesaikan apa yang menjadi prioritas kepentingan masyarakat Sulabesi Timur.

“Seharusnya usia 14 tahun ini kondisi infrastruktur Sulabesi Timur suda harus baik tetapi sampai saat ini setingkat jembatan di desa baleha pun belum di realisasi oleh pemerintah daerah kabupaten kepulauan Sula sehingga pada musim penghujan akses jalan terputus dan masyarakat tidak bisa beraktifitas melewati Sungai yang ada di desa baleha”, tutur Irfan dari Corong Soundsystem.

Selain itu lanjut Irfandi. Jalan dan jembatan adalah kepentingan masyarakat Sulabesi Timur yang sangat krusial, itu kebutuhan yang harus di penuhi oleh pemerintah daerah, selain kebutuhan-kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Pembangunan jembatan di desa baleha sangatlah penting, mengingat jika musim penghujan tiba sering terjadi banjir di air kali desa Baleha, jika air kali meluap sangat mengancam rumah warga yang ada di sekitar kali Baleha dan dapat membatasi aktivitas ekonomi serta pendidikan warga masyarakat kecamatan Sulabesi Timur”, ucap Irfandi dalam penyampaian orasi nya.

Adapun tuntutan yang di sampaikan oleh  Masyarakat Kecamatan Sulabesi Timur yang tergabung dalam Solidaritas Pemuda Dan Mahasiswa Kecamatan Sulabesi Timur yaitu,  1. Mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula untuk segera membangun jembatan di desa Baleha, 2. Mendesak Dinas PUPR untuk segera menyelesaikan Pengaspalan jalan butas dikecamatan Sulabesi Timur, 3. Meminta kepada Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes untuk segera mendevenitifkan Camat Sulabesi Timur.

“Jika tuntutan kami tidak di penuhi masa aksi mengancam akan membangun mosi tidak percaya masyarakat Kecamatan Sulabesi Timur kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula dibawa Kepemimpinan Bupati Hendrata Thes,” tegas Korlap aksi Irfandi. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed