oleh

Harga Produksi Ikan di Kota Ternate Masih Stabil

TERNATE, TMc- Produksi Ikan di Kota Ternate Masi Stabil, meskipun Ternate masi di landa Covid-19 akan tetapi semangat para Nelayan tidak pernah berhenti untuk terus beraktifitas melakukan tanggkapan ikan di laut demi memenuhi ketersediaan kebutuhan masayarakat di Maluku Utara dan khususnya di kota Ternate itu sendiri.

Kepala dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ternate, Ruslan Bian mengatakan Sampai saat ini tidak ada kekurangan stok, stok ikan tidak ada kekurangan baik secara keterangan data maupun fakta di lapangan dan tidak ada publik yang meresahkan terkait dengan stok ikan karena terpantau stok ikan di tiga pasar di anataranya tempat baik itu pasar Bastiong, pasar higenis dan pasar dufa-dufa masi terjamin untuk kebutuhan masyarakat kota Ternate sehingga untuk keresahan tidak ada.

Stok stabil karena nelayan ini aktifitas hari-hari dilaut tidak ada urusan dengan Corona, justru yang terjadi daya beli masyarakat yang turun karena Covid sehingga orang jarang belanja ke pasar mereka lebih memilih untuk beli pesan secara onlain yaitu makanan siap saji itu fakta karena orang enggan takut berkerumun sehingga Masi ada rasa kehawtiran untuk datang ke pasar untuk belanja ikan.

Kalau di pasar stok ikan tetap banyak tetapi pengaruhnya di sektor ekonomi maksudnya nilai jual nelayan yang turun, Kata Ruslan Kepada Sejumlah Wartawan, di ruang kerjanya, pada Senin (27/07/2020).

Namanya nelayan tidak ada larangan protoker Covid untuk tidak melakukan aktifitas, ya tidak ada karena mereka mencari di laut, dan jelas tidak ada covid di laut. Memang di laut itu cuaca kadang tidak baik tapi bukan Covid, kalau cuaca buruk berpengaruh terhadap reproduksi tapi terpantau semua ikan di pasar Masi stabil.

Sebelum Covid hasil tanggkapan ikan dari nelayan sehari 10 sampai 15 ton masuk pasar bisa habis terjual sekarang hanya 5-6 ton sehingga berpengaruh terhadap pendapatan nelayan juga, nah itu salah satu problem yang di alami para nelayan sekarang.

Karena pembeli suda jarang ke pasar sehingga banyak pedagang ikan yang punya hasil dagangan 2 sampai tiga hari baru habis di berbeda Masi normal itu sehari bisa habis nah itu yang berpengaruh terhadap pendapatan nelayan maupun pedagang dipasar.

Tadinya mereka bisa jual 10 hingga 15 ton karena covid sehingga hanya bisa terjual 5-6 ton memang Pendapatan ada cuman menurun. Selain itu untuk pedagang ikan yang ada di pasar sebelumnya bisa jual 200 hingga 300 kilogram sekarang 50-100 kilogram.

Mudah mudahan covid ini cepat berlalu agar masayarakat bisa beraktifitas s perti semula daya beli beli masyaralat tknggi nelayan bisa jiwa semangat melakukan aktifitas penangkapan tinggi. ( Ade)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed