oleh

Plt, Kadis PUPR Penuhi Undangan Klarifikasi Polres Kepsul

SANANA,TMc- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Nursaleh Bainuru memenuhi panggilan klarifikasi yang dilayangkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Polres Kepsul, Kamis (23/7).

Nursaleh mendatangi Polres Kepsul sekitar pukul 10.00 WIT dan memasuki ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk menyampaikan klarifikasi sekitar pukul 10.30 WIT hingga pukul 12.55 WIT.

Sebelumnya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) PUPR Kepsul, Budi Sulistio sudah memenuhi undangan klarifikasi terkait dugaan korupsi proyek pembangunan air bersih dan jaringan perpipaan di lingkungan Kantor Bupati Kepsul, serta proyek pembangunan sarana pendukung swering Desa Mangon.

Diketahui, CV Alam Sutra sebagai pemenang tender proyek air bersih dan jaringan perpipaan di kawasan Kantor Bupati Kepsul, dengan senilai kontrak sebesar Rp2,4 milyar, dikerjakan pada tahun 2019. Sementara proyek pembangunan sarana pendukung swering Desa Mangon dibangun pada tahun 2019, dimana CV Permata Membangun sebagai pemenang tender dengan nilai kontrak Rp1.4 milyar.

Ditemui usai menyampaikan klarifikasi, Nursaleh menyampaikan, dirinya memenuhi panggilan Reskrim sesuai dengan surat yang diberikan kepadanya, tertanggal 18 Juli 2020.

“Seharusnya tanggal 18 Juli itu saya hadir sampaikan klarifikasi, cuman karena saya dari tanggal 16 Juli sedang monitoring di Kecamatan Mangoli Barat jadi baru sempat hadir,” katanya.

Lanjutnya, sesuai dengan hasil koordinasi dirinya dengan Kasat Reskrim dan KBO Reskrim, sehingga dirinya baru bisa memenuhi undangan penyampaian klarifikasi pada hari ini (Kamis,red).

Saat pemeriksaan, tambah Nursaleh, dirinya diminta untuk memberikan keterangan terkait pembangunan air bersih di kawasan Kantor Bupati. “Baru sebatas itu,” akunya.

Sementara itu, Plt Kadis PUPR Kepsul ini bilang, belum selesai menyampaikan keterangan, dirinya meminja izin kepada penyidik untuk pemeriksaan dilanjutkan lagi pada, Jumat (23/7) besok. “Karena sudah waktu isoma. Dan kebetulan di jam 13.30 itu saya ada jadwal dengan pak Sekda jadi saya minta izin ke penyidik, saya minta waktu rehat dulu, nanti esok jam 9 pagi baru saya hadir kembali di reskrim untuk menyampaikan klarifikasi,” ujarnya.

Terkait pekerjaan sarana pendukung kawasan swering Desa Mangon, Dirinya menyebutkan, sudah dua kali perpanjangan kontrak (adendum). “Itu sudah dua kali adendum, pertama itu ademdum volume dan yang kedua itu adendum waktu pekerjaan,” ungkapnya.

Tambahnya. Memang yang di swering itu dari sisi pertanggungjawaban kontrak 2019 itu sudah selesai. Namun, di 2020 ini ada lanjutan tahap dua yang dikerjakan. Kalau boleh kita semua bisa sama-sama mengawasi pekerjaan ini,”  tutur Nursaleh.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kepsul, Inspektur Polisi Satu (IPTU) Paultri Yustiam, ditemui usai melaksanakan sholat djuhur mengungkapkan, saat ini pihaknya masih lakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi yang dilaporkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sanana beberapa pekan kemarin.

Paultri membenarkan, panggilan penyampaian klarifikasi memang disampaikan hari Sabtu 18 Juli 2020 kemarin, karena Kadis masih ada kepentingan di luar daerah dan hari ini (Kamis,red) baru sempat memenuhi undangan.

“Jadi Pak Kadis menghubungi penyidik dan disampaikan bahwa hari ini baru diperiksa. Sebagai warga negara yang baik, jika dipanggil klarifikasi ya harus datanglah,” tandasnya.

Selain itu, Kasat Reskrim Polres Kepsul ini juga mengapresiasi kepada seluruh pengurus HMI dan PMII, serta apresiasi kepada semua yang hadir untuk sampaikan klarifikasi.

Terkait fokus penyelidikan, Paultri menegaskan, pihaknya akan fokus setiap proyek. “Proyeknyakan banyak ini, ada 26 ni. Pokoknya fokus satu-satu semuanya. Kan gak mungkin kita periksa seluruhnya. Intinya kami sudah melaksanakan klarifikasi dan ini masih dalam penyelidikan. rekan-rekan harus bersabar, ini tindak pidana Extra Ordinary. Otomatis kita harus pelan-pelan, kita tidak boleh gegabah,” pungkasnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed