oleh

Keluhan Pasien Covid -19 di Tikep, Akademisi Angkat Bicara

TIDORE, TMc- Kasus makanan yang dikeluhkan beberapa waktu lalu oleh salah satu pasien yang viral di media sosial (facebook) milik Akun DM Ahmad, akibat dari makan Ikan dan telur yang tidak layak, mendapatkan sorotan dari Akademisi Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan.

Dekan Fisip Universitas Nuku Abdulkadir Ali ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu dia mengatakan bahwa soal keluhan pasien yang di vonis keracunan atau alergi makanan, bukan itu yang menjadi soal. Namun yang menjadi persoalan adalah dimana lembaga yang menangani segala kebutuhan para pasien tersebut, entah itu BPBD, Perawat bahkan para dokter, ungkapnya.

Namun perlu diketahui bagaimana konteks pelayanan terhadap pasien tersebut, sejauh mana pelayanan pemerintah terhadap pasien Covid 19 itu sendiri entah yang positif, maupun yang OTG, “Apakah pemerintah benar-benar serius melayani para pasien yang berada di LPMP, mulai dari sisi higenis makanan yang kemudian di konsumsi para pasien tersebut,” katanya.

Kalau terbukti pelayanan tidak serius dan maksimal, maka perlu dipertanyakan keseriusan pemerintah,” Apakah pasien yang dibawah ke LPMP sekedar dikirim begitu saja. Kalau memang sampai terbukti dari sisi makanan saja bisa kecolongan, maka patuh dipertanyakan kinerja petugas di LPMP Maluku Utara, apalagi makanan adalah salah satu kebutuhan dasar untuk manusia terkait kesehatan pasien, seharusnya tidak terjadi demikian,” kesal Abdulkadir.

Sehinggga berbicara hemat itu tidak perlu lagi, membuat polemik baru, apakah itu keracunan makanan atau alergi pasien, namun perlu di lihat adalah evaluasi kinerja pada instansi terkait yang melakukan penanganan di LPMP Maluku Utara.

Ketimbang harus memperdebatkan antara Boboso dan tidak terhadap makanan,” Jadi dengan kasus tersebut, maka wajib untuk memberikan warning kepada pemerintah untuk memperbaiki pelayanan terhadap pasien yang berada di LPMP, bukan justru melakukan polemik baru,” tutupnya. (wrd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed