oleh

Satreskrim Polres Periksa PPTK-PUPR Kepsul Selam 3 Jam

SANANA, TMc- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sula (Kepsul), Unit Tindak Pidana Koeupsi (Tipikor), pada Rabu (15/07) memanggil Budi Sulistio.

Budi Sulistio selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di panggil oleh Reserse Unit Tipikor untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus proyek sarana pembangunan fasilitasi pendukung kawasan swering Desa Mangon tahun 2019 oleh CV. Permata Membangun senilai Rp1.4 miliar serta proyek air bersih dan jaringan perpipaan di kawasan Kantor Bupati Kepsul senilai Rp2,4 miliar tahun 2019 yang dikerjakan oleh CV. Alam Sutra.

Dalam panggilan tersebut Budi dimintai keterangan kurang lebih 3 jam di ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor), Polres Kepsul.

Ditemui usai dimintai keterangan, Budi mengaku dirinya baru saja selesai memberi keterangan dan dicecar beberapa pertanyaan, diantaranya tentang ada temuan atau tidak, pekerjaan sudah selesai atau belum. “Iya, saya dimintai keterangan terkait pekerjaan dua proyek di lapangan,” katanya.

Budi menambahkan, dari dua proyek yang dimintai keterangan, satu diantaranya sudah selesai dikerjakan Air bersih di kantor Bupati Kepsul “Air bersih itu sudah selesai, untuk sarana pendukung swering desa mangon belum seratus persen,” ungkapnya.

Terkait kendala pembangunan sarana pendukung swering Desa Mangon, Budi menjelaskan saat pekerjaan pihaknya terkendala kondisi cuaca. “Kendala di lapangan itu menyangkut pasang surut air. Musim timur kalau air pasang kita tidak bisa kerja,” ujarnya.

Ditanya masa perpanjangan kontrak (Adendum) atas proyek sarana pendukung swering Desa Mangon, Budi mengakui ada dua kali perpanjangan masa kontrak. “Iya ada dua kali Adendum,” pungkasnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed