oleh

Rawan Kecelakaan: Polsek Sulbar Ajak Warga Perbaiki Jalan Penghubung Dua Desa

SANANA, TMc- Kepolisian Sektor (Polsek) Sulabesi Barat mengajak warga Kecamatan Sulabesi Barat (Sulbar), Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) memperbaiki jalan penghubung antara Desa Kabau dan Desa Ona. Jalan penghubung antara dua desa ini dinilai cukup memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

Kapolsek Sulbar, IPDA Sahlan Haris Tubaka bersama anggota Polsek Sulbar dan masyarkat, Selasa (14/07/2020) mengambil langkah tanggap cepat untuk menetralisir kondisi jalan di beberapa titik jalan penghubung Desa Kabau dan Desa Ona.

“Jalan ini tak layak digunakan atau dilalui saat musim hujan saperti sekarang ini. Kondisi jalan seperti itu sangat berpotensi kecelakaan lalulintas bagi pengendara roda dua yang hendak bepergian ke Desa tetangga.” Kata Sahlan.

Untuk itu, Kapolsek Sulbar beserta anggotanya memiliki kepedulian atas kondisi ini. “Demi keselamatan warga, maka dari itu kita harus bersinergi dan berkolaborasi bersama warga masyarakt untuk memperbaiki jalan yang rusak, ini ada kah bagian dari tugas pokok Polri, yaitu Melayani, Melindungi Dan Mengayomi Warga Masyarakat,” ujar Sahlan.

Selain itu, Lanjut Sahlan. apa yang dilakukan Polsek Sulbar ini bagian dari pelaksanaan Police Hazard (PH). “Personil selalu ada ditengah-tengah masyarakat. Kami lakukan untuk memberi rasa nyaman bagi masyarakat saat memulai aktifitas, serta mengatur arus lalulintas kendaraan yang akan dilalui nanti,” tandasnya.

“Saat musim  hujan. Beginikan rawan kecelakan, dikarenakan akibat dari banjir yang meluap dari sungai. Sehingga antisipasi dengan kehadiran Polisi bersama-sama warga dalam gotong royong memperbaiki jalan tersebut dengan alat seadanya,” beber Sahlan.

Saya (Kapolsek,red) berharap, apa yang dilakukan Polsek Sulbar menjadi tonggak utama yang mampu mengatasi kesulitan masyarakat. “Selama saya masi bertugas di Polsek Sulbar. Saya akan tetap malayani, mengayomi serta melindungi warga masyarakat,” terangnya.

Sahlan menegaskan, Kepolisian pada intinya bukan hanya terfokus pada sebuah tindakan pidana, atau dalam proses penanganan sebuah peristiwa bencana alam. Akan tetapi, melakukan pencegahan dini dalam bentuk melihat, atau cepat tanggap terhadap akses-akses utama yang sering dilalui atau digunakan oleh masyarakat. “Jika ada keganjalan atau diperlukan responsip, maka kita akan turun lapangan walaupun dengan peralatan seadanya.” Pungkasnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed