oleh

M. Rizal : Maluku Utara Terjadi Defisit Ketahanan Pangan

TERNATE, TMc- Terjadi defisit ketahanan pangan di Provinsi Maluku Utara misalnya seperti Rica, Tomat, Sayur-Sayuran, Telur, dan Sembako itu sendiri, ungkap M. Rizal Ismail.

“Kalau untuk Maluku Utara ini sebagian besar defisit bahan pangan, seperti rica, tomat, sayur-sayuran, Telur, dan Beras,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, M. Rizal Ismail Sp. M.Si, saat di temui wartawan di ruang kerjanya (14/07/2020).

Kata Rizal, sementara beras kebutuhan 100.9000 ton per tahun, dan kami baru bisa produksi di daerah baru 21.000 ton, jadi defisitnya besar, begitupun telur yang masuk di tahun kemari sebanyak 4000.400 ton, dan daging ayam yang masuk ke provinsi sebanyak 5000.800 ton dalam setahun.

“Ini yang menjadi catatan kami dari dinas, untuk bagaimana tahun depan kami akan meningkatkan produksi ketahanan pangan, dan kemandirian pangan untuk bahan-bahan pangan seperti, beras, telur, daging ayam, dan sayur-sayuran,” ucapnya.

Rizal mengatakan, untuk dari dinas sendiri yang baru surplus itu baru daging sapi. Daging sapi bisa kita penuhi sendiri bahkan kita eksport juga keluar dengan hasil yang besar.

Menurutnya, bagaimana strategi untuk penanganan bahan pangan di Maluku Utara?, targetnya kedepan tahun 2021, sesuai dengan perencanaan program gerakan menanam oleh Gubernur Maluku Utara, dengan di fokuskan penanaman Padi.

Lanjut Rizal, tetapi bahan pangan lokal lainya juga, seperti ubi-ubian, pisang dan kemudian peternak seperti telur dengan daging ayam. “Itu yang kedepan kami akan kembangkan itu, karena kita punya defisit bahan pangan itu juga tidak terlalu besar,” ujarnya.

Rizal juga mengatakan, bagaimana untuk kita bisa jadikan daerah mandiri pangan?, ya harus ada kebijakan anggaran yang fokus pada Dinas Pertanian, karena dirinya menyampaikan, selama ini kebijakan anggaran masih kecil, alokasi nya tidak sampai 1% dari dana APBD. “Kami punya kegiatan yang banyak hanya dari dana APBN, tetapi APBN pun hanya bantuan seketika saja,” terangnya.

“Mulai tahun depan kami sudah bicarakan dengan DPRD dan BPK, agar harus sering ada dana dari APBD, untuk tunjang bantuan dari pusat, sehingga kita bisa mengurangi stok dari luar,” sebutnya.

Rizal pertanyakan, jikalau kita semua mau jadi daerah mandiri pangan, dan pertanian nya maju. Kita tidak hanya mengejar produksi saja, tapi juga kesejahteraan petani itu lebih baik, itu yang terget kami dari dinas.

Oleh karena itu, di targetkan, ada komoditi yang kami pilih atau menjadi prioritas itu yaitu, Sawah, Jagung, Telur Ayam, Daging Ayam, Bawang, Cabe, sayur dan Campuran lainya. Ini yang kita bicara soal target peningkatan kemandirian pangan. “Untuk kita bicara soal meningkatkan kesejahteraan petani itu yaitu, pala, cengkah, kelapa, sapi. Ini yang bisa meningkatkan pendapatan petani, dia menambahkan kalau kebijakan anggaran sudah tepat, kami butuh dukungan dari stackholder lainya, untuk bisa bersama-sama,” harapnya. (Ade)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed