oleh

Kejati Tegaskan Usut Tuntas Proyek Ruko Nelayan

TERNATE,TMc- Kejaksaan Tinggi Provinsi Maluku Utara menegaskan bakal mengusut tuntas dugaan korupsi Proyek pembangunan Ruko yang berlokasi di Pelabuhan Perikanan Pantai Panamboang Bacan dianggarkan melalui anggaran APBD pada tahun 2017 pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara dengan nilai kontrak sebesar Rp. 5.778.000.000 yang dilaksanakan oleh PT. TAT.

Juru Bicara Kejati Malut, Richard Sinaga, ditemui wartawan, Jumat (10/07) sore tadi mengemukakan, semua laporan pengaduan akan ditindaklanjuti termasuk pengaduan Proyek pembangunan Ruko yang berlokasi di Pelabuhan Perikanan Pantai Panamboang Bacan pada dinas kelautan dan perikanan (DKP) Provinsi.

Kata Richard, tindaklanjut dalam kasus itu seperti apa akan disampaikan. Biasanya ditelah dulu oleh pimpinan baru didesposisi seperti terkait masalah tersebut. “Laporan pengaduan Proyek DKP tetap ditindaklanjuti, prosesnya melalui register nantinya akan disampaikan ke pimpinan lewat nodis,” tandas Richard.

Untuk diketahui, dugaan Proyek pembangunan ruko nelayan yang tak kunjung selesai yang dibangun di Desa Panangboang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) telah dilaporkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pembela Tanah Air Maluku Utara ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut pada tanggal 6 Juli 2020. Laporan pengaduan tersebut saat ini di telaah oleh pimpinan tinggi Kejaksaan Dalam hal ini Kepala Kejati Maluku Utara, Erryl Prima Putera Agoes. (Isr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed