oleh

Kejati Naikkan Status Penyidikan Pengadaan Kapal Nautika Rp 7,8 Miliar

TERNATE, TMc- Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi pengadaan Kapal Nautika pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara yang ditangani Kejaksaan Tinggi Maluku Utara secara resmi naik status satu tingkat dari penyelidikan Ke tahap Penyidikan.

Kenaikan status kasus tersebut setelah tim Penyidik bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) melakukan gelar ekspose perkara, Kamis (09/07/2020) sore tadi.

Juru Bicara Kejati Malut, Richard Sinaga mengemukakan, Tim penyidik bidang Pidsus telah melakukan ekspos terkait pengadaan kapal Nautika pada Dikbud Malut.

“Dari hasil gelar tim menyimpulkan manaikan status ke tahap penyidikan, karena terdapat indikasi korupsi pada proses pengadaan kapal,” jelas Richard saat ditemui wartawan, pada Kamis (09/07/2020).

Meski demikian Lanjut Richard, dalam kasus itu tidak penutup kemungkinan penyidik akan melakukan permintaan keterangan pihak lain. “Saksi yang sudah dimintai keterangan awal itu dikembangkan. kemudian kita akan melihat apakah ada keterangan lain memang harus dibutukan oleh tim penyidik,”Imbuh Richard.

Untuk diketahui, proyek pengadaan Kapal Nautika di Dikbud Malut itu diperuntukkan bagi SMK swasta di Kabupaten Halmahera Selatan pada 2019 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 7,8 miliar.

Proyek itu dikerjakan oleh PT. Tamalanrea Karsatama. Selain kapal, PT. Tamalanrea Karsatama juga merupakan pemenang tender proyek pengadaan alat simulator yang dialokasikan ke tiga SMK yakni SMK Negeri 1 Halmahera Selatan, SMK Sanana di Kepulauan Sula dan SMK Negeri 1 Halmahera Barat. (Isr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed