oleh

RSUD Chasan Boesori Bakal Sosialisasi Protokol Kesehatan Ke- 5

TERNATE, TMc- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate berencana pekan depan melakukan sosialisasi protokoler kesehatan ke lima di lingkungan Rumah Sakit.

Sosialiasi protokol kesehatan ke lima ini penting dilakukan karena Rumah Sakit Rujukan Pasien Corona Virus (Covid-19).

Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. samsul Bahri mengemukakan, pekan depan bakal melakukan sosialisasi program protap ke lima dari tim gugus tugas soal sisitem pelayanan.

“Sosialsasi protap Kesehatan ke lima merupakan kegiatan tim gugus pusat jelang menuju New Normal atau tatanan baru Adaptasi kebiasaan baru ditengah pandemi Corona Virus (Covid-19),” jelas dr samsul.

Menurut dr samsul, sebelumnya protokol kesehatan yang digunakan adalah protokol ke ke empat, tetapi ada tambahan sehingga insya Allah pekan depan akan dilakukan prtokol ke lima.

“Penyesuaian itu perlu dilakukan. Karena sejak awal bahwa penyebaran penyakit Corona tidak melalui udara melainkan cairan disaat batuk, meski protokol yang paling utama adalah pake masker, jaga jarak dan cuci tangan,” ujar dr samsul.

Dijelaskan dr samsul,tiga protokol kesehatan itu mestinya di budayakan dulu baru masuk new normal. Artinya new normal maka cerita pola hidup dalam berkumunikasi dan bersosialisasi.

“Protokol kesehatan ke lima ini masyarakat/keluarga pasien tidak bole lagi sama dengan dulu datang seenaknya pulang juga sesuka. Tapi sekarang akan diperketat.karena pasien harus istirahat full agar kondisi cepat sehat,” ucap dr samsul.

Wabah ini kata dr samsul, pasti berjalan panjang. Sebab, belum ada satu ahli yang menyatakan bahwa kapan waktu berhentinya penyakit corona. Kalau kita berubah pola hidup kemungkinan frekuensinga berkurang. Meski demikian kata dr samsul, Tidak mudah mendisiplinkan sesuatu, tetapi yang ada hanya kesedaran masing-masing.

“Intinya sebenarnya Kalau rumah sakit tidak lagi mensosialiasikan protokol kesehatan tetapi sudah dipaksakan, jadi jenguk so tara bole banyak,” kata dr Samsul.

Kendati demikian ditanya soal kendala apa yang di hadapi RSUD saat dimasa Pandemi Corona inj, namun orang nomor satu di RSUD itu dengan spontan menjawab soal kendala RSUD saat ini sebenarnya tidak ada, hanya penilaian masyarakat ini terkadang meyampaikan lambat pemeriksaan.

dr samsul kembali menegaskan, corona berbeda dengan penyakit lain, penyakit lain kita menyatakan orang sembuh itu sudah tidak ada lagi gejala. Kalau kami nyatakan orang sembuh apabila virusnya sudah tidak ada.

“Kalau penyakit ini tidak ada bole, tapi ada yang meninggal karena covid. Kalau di rekayasa kenapa harus pejabat yang meninggal. olehnya itu masyarakat perlu di paham bahwa penyakit ini ada. Sehingga protokol kesehatan ini perlu dipatuhi,” imbuh dr samsul. (Isr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed