oleh

Banjir Wai Tina, Koordinator Solidaritas Fina Sua (Sofia) Minta Gubernur dan Dirut PT Samalita Bertanggung jawab

SANANA, TMc- Kordinator Solidaritas Fina Sua (Sofia), Nur Anisa Fataruba meminta Gubernur Provinsi Maluku Utara dan Dirut PT. Samalita juga harus ikut bertanggung jawab terhadap Banjir di Pulau Mangoli Kepulauan Sula, pada Rabu (08/07/2020).

Di katakannya, beberapa hari kemarin Kepulauan Sula diguyur hujan deras hingga mengakibatkan banjir yang merendam beberapa Desa di pulau mangoli, itu merupakan peringatan bagi semuah pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, Allah SWT dalam firmannya mengatakan bahwa kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena ulah perbuatan tangan manusia.

Bendara umum Kohati HMI Cabang Ternate ini, bilang  pada Tahun 2018 telah terjadi sorotan dari seluruh Elemen gerakan baik LSM, ORMAS, OKP bahkan masyarakat Desa yang menentang Kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Malut atas Pemberian Ijin kepada PT. SAMALITA untuk perkebunan tapi fakta dilapangan adalah melakukan pengambilan kayu.

Masaalah telah disikapi oleh DPRD Kabupaten Kepulauan Sula yakni pada Tahun 2018 DPRD Kepulauan Sula melakukan rapat bersama pihak PT. SAMALAITA dan pihak PT. SAMALITA mengakui pengambil kayu atas dasar  MOU dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sula, setelah DPRD corscek di Dinas pertanian Kadis tidak membenarkan bahwa adanya MOU antara PT. SAMALITA dan Dinas Pertanian.

Sehingga dengan permasalahan di atas maka lanjut Nisa, Kami mendesak Kepada Pihak Polres Kepulauan Sula untuk melakukan pemanggilan terhadap Dirut PT. SAMALITA untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya hingga mengakibatkan banjir.

Terpisah Salah satu putra wailoba, Karman Samuda meminta  Gubernur Provinsi Malut, KH Abdul Gani Kasuba untuk mencabut seluruh izin PT.Samalita yang beroperasi di Pulau Mangoli Kabupaten Kepulauan Sula serta kedepan tidak boleh lagi menerbitkan izin serupa di PT manapun untuk merusak lingkungan, jangan hanya karena uang dan keserakahan  para elit masyarakat yang kenal dampak.

contoh seperti sekarang Banjir beberapa kecamatan di dataran pulau Mangoli yakni Desa Waitina, Desa mangoli, Wai’U dan lain-lain Gubernur tertidur nyeyak di istanahnya yang megah sementara masyarakat bertahan hidup di tempat pengungsian dengan kondisi seadanya, uangkapanya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed