oleh

Sarana Pendidikan dan Rumah Warga di Desa Waitina Terendam Banjir Kerugian Ditaksirkan Mencapai Ratusan Juta

SANANA, TMc- Banjir bandang yang melanda Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, Sabtu (04/07) baru baru ini menyebabkan 1 sarana pendidikan yakni SMA Negeri 1 Mangoli Utara serta 120 rumah warga terendam banjir, dan 135 kepala keluarga harus di evakuasi.

Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu. Curah hujan tersebut membuat air di sungai Wai Senga jebol ke sisi kiri dan kanan, karena tidak ada tanggul penahan banjir akibatnya air dengan ketianggian 80 centi meter hingga 1 meter merendam sejumlah wilayah dan rumah warga.

Setelah Pemerintah menetapkan tanggap darurat selama tujuh hari sejak, Sabtu (04/07/2020), kemarin distribusi bantuan terhadap warga yang terdampak banjir di Desa Waitina mulai disalurkan.

Sementara itu, untuk kerugian yang dialami warga yang terdampak ditaksir sebesar Rp 350 juta. “Kerugian diperkirakan Rp 350 juta. Kebanyakan perabotan dapur terbawa air.” Kata Kepala Pelaksana BPBD Kepsul, Hendra Irawan Umabaihi, kepada sejumlah awak media, Senin (06/07/2020) Kemaein.

Untuk tempat pengungsian, Hendra bilang, Pemerintah sudah siapkan. Namun, karena kebanyakan di Desa Waitina sebagian besar adalah keluarga, maka untuk malam hari mereka memilih ke rumah saudara dan siangnya baru ke tempat pengungsian.

Selain itu, lanjut Hendra, untuk saat ini masyarakat yang terdampak lebih membutuhkan normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan. “Tadi pagi (senin-red) memang ada banjir susulan, tapi itu akibat dari hujan di pegunungan namun tidak seperah hari sabtu. Jadi saat ini warga juga butuh normalisasi sungai dan tetap waspada karena cuaca juga belum bisa diprediksi masih hujan atau tidak,” terangnya.

Hendra mengakui, untuk sementara belum ada anggaran, namun pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membantu. “Alhamdulillah tadi sudah ada dari Dinas Kesehatan, menjaga jangan sampai ada masyarakat yang sakit,” pungkasnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed