oleh

Rumah Dinas Bupati Pulau Morotai Tidak Ada Penghuninya

MOROTAI, TMc- Rumah Dinas Bupati Pulau Morotai sejak beberapa tahun silam tidak pernah ditempati, hanya saja bupati Pulau Morotai lebih memilih tinggal di Rumah Mabes.

Hal tersebut, Samirin Pusarang mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai kepada wartawan mengatakan, Senin (06/07//2020) sangat di sayangkan dengan rumah dinas Bupati Pulau Morotai yang tidak pernah di tempati dan di manfaatkan secara baik.

Selain tidak tempati rumah dinas, Bupati Pulau Morotai banyak menghabiskan waktu di Rumah Mabes dan Villa Marahai.

“Setau saya rumah dinas bupati selama beliau menjabat dari 2017-2020 ini tidak di tempati oleh bupati. Bupati lebih memilih di mabes yang itu katanya bukan  milik beliau tetapi milik kakak nya Koko,” ujar  Samirin.

Menurutnya, selama masa jabatan Bupati Pulau Morotai, secara kasat mata belum pernah nampak melihat bupati pulau morotai di rumah dinas.

“Selama masa jabatan beliau untuk melihat secara kasat mata belum  pernah nampak,mungkin kediaman Bupati strategisnya hanya menjadi garasi mobil,” katanya.

Dia katakan, tidak menjadi persoalan untuk tidak tempati rumah dinas tersebut, asalkan anggaran perwatan rumah dinas jangan lagi di keluarkan oleh keuangan daerah.

“Tidak menjadi persoalan sebenarnya bupati mau di mabes, rumah pribadi, Viila, hotel dan sebagainya asalkan jagan lagi ada anggaran yang di keluarkan oleh daerah yang mengatas. Namun anggaran perawatan rumah dinas jikalau bupati tidak menempati kediaman sebaiknya anggaran perawatan rumah dinas dialihkan ketempat lain saja,” tegasnya.

Aktivis Persatuan Mahasiawa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pulau Morotai ini menambah, jika ada anggaran perwatan tetapi tidak digunakan untuk rumah dinas tersebut, ini menjadi problem.

“Tetapi jikalau ada anggaran perawatan rumah dinas kemudian anggaran ini di belokkan untuk perawatan mabes atau sewah tempat yang biasa beliau tempati ini yang jadi problem,” katanya.

“Kemarin waktu awal karantina lebih baik kediaman di jadikan lokasi/tempat karantina bisa lebih mengefisiensi anggaran,” pungkasnya. (Iza)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed