oleh

Kadis DKP Malut Resmi Dilaporkan Ke Kejati Malut

TERNATE, TMc- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, Buyung Radjiloen, resmi dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) provinsi Maluku Utara (Malut).

Ia dilaporkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pembela Tanah Air Maluku Utara soal dugaan kasus pembangunan ruko nelayan yang tak kunjung selesai didesa Panangboang, Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Usai memasukan laporan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pembela Tanah Air  Maluku Utara, Sudarso Wahid kepada sejumlah wartawan mengatakan laporan yang telah dilaporkan ke Kejati Malut ini soal pembangunan ruko nelayan yang terletak di Desa Panangboang Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) sejak tahun anggaran 2017 hingga sekarang tak kunjung selesai.

Menurut Sudarso, pembangunan ruko nelayan ini direalisasikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara tetapi hingga sekarang belum selesai karena dilapangan ada indikasi terjadi tindak pidana korupsi sehingga pembangunanya belum selesai.

“Memang untuk pekerjaan ruko nelayan itu sudah dikerjakan hampir 50 persen dengan anggaran sebesar 4,9 miliar masa kontrak tahun 2017 tetapi hingga sekarang belum selesai,” kata sudarso.

Sudarso menuturkan, adanya laporanya sudah dimasukan di Kejati menunggu pihak kejaksaan membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dilapangan soal laporan yang telah dimasukan.

“Saya berharap pihak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara agar segera melakukan proses penyelidikan atas kasus yang sudah dilaporkan,” Imbuhnya.

Sementara itu Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Malut, Richard Sinaga mengaku untuk laporan tersebut memang sudah diserahkan oleh Ketua LBH Pembela Tana Air Malut kepada kami. “Iya laporanya sudah saya terima selanjutnya akan dipelajari lebih lanjut,” akunya.

Richard mengatakan untuk laporan tersebut terkait dengan dugaan kasus korupsi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2017 sehingga dilaporkan ke Kejati. “Memang laporanya sudah di terima selanjutnya untuk dipelajari lebih lanjut,” pungkasnya. (Isr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed