oleh

Desa Rawa Jaya Mendapat Predikat Terbaik dan Tangguh

TOBELO, TMc- Desa Rawa Jaya sangat tangguh karena dahulunya adalah sebuah perkampungan yang terletak di pesisir pantai yang berad di wilayah Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo Kabupupaten Halmahera Utara, Provinsi Makuku Utara. Rawa Jaya ini terbagi dua perkampungan termasuk kampung Baru.

Saat itu penduduknya sangat padat dan kesibukan hari-harinya selain nelayan, buruh pelabuhab dan pembawah becak. Rawa pada saat itu selalu jadi inceran mafia tanah. Dengan berbagai cara. Saya masih ingat semasih almarhun Hasan Hariayah sebagai Kepala Desa Gansungi. Selalu memperhatikan warganya dan mengaku bahwa areal permukiman warga Rawa Jaya Pantai adalah areal rawa rawa alias “becek” lumpur.

Tapi apa daya mafia tanah telah mencabik-cabik dengan berbagai cara yang di lakukan, ada yang berdasarkan keterangan palsu yakni surat palsu, saksi palsu dan lain sebagainya. Namun demikian sebagian besar warga Rawa Jaya Pantai tidak goyah,  warga tetap mempertahankan berdasarkan bukti outentik.

Jelasnya warga yang bermukim sudah jadi turun temurun mengurusi permukimannya. Ada dua orang yang getol berkoar-koar dan mengakui bahwa areal rawa jaya pantai adalah milik neneknya. Seperti,  milik ayahnya bermarga Labede Almarhum kata Nan Labede, ujar warga menirukan kata kata Nan Labede almarhum, anak dari Imam Labede.

Demikian pula Gani Kibas juga mengaku sebagian tanah miliknya sudah di jual ke warga, sampai pertikaian ini sempai terjadi sampai ke Pengadilan. Selanjutnya muncul marga Hohakay, ini yang paling getol ingin memiliki pemukiman Rawa Jaya Pantai dengan cara memalsukan sejumlah surat kepemilikan, bahkan dia pernah menangkan di pengadilan negeri sampai PK. Saat akan di eksekusi, salah seorang wartawan senior membongkar pemalsuan surat surat tersebut, hal itu di benarkan oleh Iwan.

Akhirnya selain pemalsu pun masuk penjara, eksekusipun batal dan warga kembali sujud syukur karena rumah mereka batal di eksekusi. Dibalik peristiwa tersebut warga ternyata masih terusik dan resah. Pasalnya ada beberapa orang mengklain bahwa sebagian areal Pemukiman Rawa Jaya pantai milik orang tuanya berdasarkan surat ukur yang di miliki. Surat ukur yang di miliki ini harus di teliti bila perlu di bawah ke labkrim untuk menguji ke absahan surat ukur yang di tanda tangani oleh Den Jumati.

Penelusurian di lapangan, menyebutkan bahwa areyal pemukiman warga itu tumpang tindihkan, karena pejabat Kepala Desa pun ikut menerbitkan surat keterangan, Akhirnya kepala desa defenetif Iksan Madu menjadi bingun. Bahkan ada warga yang menjual tanah perumahan sampai tiga kali dengan objek sama.

Kepala Desa Raw Jaya desa pecahan dari Desa induk Gamsungi Kecamatan Tobelo, harus ekstra hati-hati menyelesaikan sengketa. Jika memang ada tanah ujungnya serahkan ke polisi dan kejaksaan tinggi demikian di sampaikan Ahmad salah seorang pengamat. Dan sekarang sudah ada kesepakatan antara pertanahan provinsi dengan kejaksaan untuk memberantas mafia tanah.

Desa Rawa jaya menjadi persatuan khusus dalan hal tumpang-tindih kepemilikan tanah. Terlepas dari itu Rawa Jaya spaduk 10 besar yang mendapat predikat Desa Tangguh. Semoga predikat ini dapat di jaga dan di pertahan. Secara global dari segi penataan desa cukup lumayan, kebersihan juga telah membaik, kantibmasnya pun juga sudah terkendali, walaupun ada hal lain masih bisa di selesaikan secara kekeluargaan.

Kades Rawa Jaya M Iksan Madu selalu netral dalam mengambil keputusan, melalui pembagian Raskin, BLT dan penyaluran bantuan lainnya berjalan lancar dan aman. Ini merupakan wujud nyata kerjasama yang baik antara Kepala Desa, dengan babinsa,  bhabinkamtibmas, para ketua rukun tetangga, serta BPD rawa jaya. (Sir/absir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed