oleh

Puluhan Aktivis PMII Cabang Pulau Mototai Gelar Aksi Depan Polres Pulau Mototai

MOROTAI, TMc- Peregerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pulau Morotai gelar aksi terkait usut tuntas tindakan represif oknum kepolisian terhadap kader PMII di Pamekasan Provinsi Jatim, tindakan represif yang dilakukan oknum polisi membuat seluruh kader PMII kecam.

Puluhan aktivis PMII Cabang Pulau Morotai meminta kepada Polres Pulau Morotai terkait tindakan represif oknum kepolisian di Kabupaten Pamekasan Jatim, agar segera di selesaikan.

Ketua PMII Cabang Pulau Morotai Julkifli Gadeang, kepada wartawan, Kamis (02/07/2020), meminta dengan tegas kepada Polres Pulau Morotai sebagai rekomendasi penuntasan tindakan represif pemukulan terhadap kader PMII Cabang Pamekasan tersebut, yang dilakukan oknum personil Polres Pamekasan, Hal ini agar tidak mencederai Perkap Kepolisian dalam proses penyampaian pendapat dimuka umum.

“Ketua menegaskan sikap ke Polres Pualau Morotai sebagai rekomendasi penuntasan kasus pemukulan kader PMII Cabang pamekasan,” tegas Julkifli ketua PMII Cabang Pulau Morotai.

Semnetara, dalam orasinya dia kembali menegaskan, hal ini harus di evaluasikan secara hukum yang berlaku.

“Ketua cabang menyampaikan selamat hari baya ngkara ke 74 semoga ini melahirkan sebuah evaluasi baru bagi penegakan hukum yang ada di kabupaten pulau morotai,” ucapnya

Dia menambah, tindakan yang dilakukan oknum kepolisian ini bertentangan dengan nilai nilai demokrasi. Seperti hak menyampaikan pendapan didepan umum itu sudah di atur dalam UUD 1945.

“Menyampaikan pendapat didepan umum ini sudah di amanatkan dalam konstitusi. yakni pasal 28 E UUD 1945 lebih lanjut mekanisme menyampaikan hak pendapat didepan umum yang diatur dalam UU No 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat didepa umum,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Fahri Sibua yang juga aktivis PMII dalam orasinya mengatakan, tuntutan ini terkait dengan tindakan represif yang dilakukan terhadap teman-temanya, dirinya meminta agar tidak terjadi tindakan represif di Pulau Morotai.

“Tutuntan kami hanya meminta sikap terkait dengan teman-teman kami kemudian tindakan represif yang dilakukan oleh onum polisi, supaya Polres Pulau Morotai dalam  situasi jalan terjadi Di Pulau Morotai,” harpnya.

“Sebagai gambar supaya tidak terulang kembali, melalui Polrses Pulau Morotai jika kegiatan demonstarsi kedapan harapnya tidak terulang lagi tindaka Reprsif yang dilakukan oleh kepolisian,”

Sekedar diketahui, sperti yang di kabrkan banyak media https://www.koranmadura.com, tindakan represif yang dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap salah satu kader PMII pada saat menggelar aksi di depan  kantor bupati  Pamekasan Jawa timur dalam rangka menolak salah satu tambang ilegal yang beroperasi di kabupaten pemakasan Jawa timur, tutupnya. (Iza)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed