oleh

Diduga Cemarkan Nama Baik Kepsek SMP 2, Ancam Polisikan Kadiknas Kepsul

SANANA, TMc- Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Kabupaten  Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara Ishak Umamit terkait kondisi SMP Negeri 2 Sanana Utara yang dipenuhi semak belukar dinilai keliru.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sanana Utara, Hasan Buamona saat ditemui di kediamannya di Desa Falahu, Kecamatan Sanana, pada Rabu (01/07).

Saya sempat dipanggil oleh Kadiknas Kepsul, pada Senin (29/06/2020) kemarin untuk menjelaskan kepada Kadiknas terkait kondisi sekolah yang dipenuhi semak belukan.

“Saya sudah sampaikan ke Kepala Dinas, bahwa anggaran yang harus saya gunakan di sekolah untuk biaya pemeliharaan lingkungan, dalam hal ini pemangkasan rumput di triwulan pertama tidak ada anggaran pangkas rumput,” katanya.

Namu dalam pertemuan itu apa yang disampaikan, Kadiknas Kepsul lantas meminta kepada saya agar menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 5 000,000 juta untuk perawatan sekolah.

Saya (Hasan,red) bilang tidak berani untuk menggunakan anggaran BOS, karena kalau saya gunakan anggaran BOS itu menyalahi aturan karena dalam petunjuk teknis (Juknis) tidak ada untuk pemanfaatan anggaran tersebut.

“Kepala Dinas bilang ambil saja dari dana BOS Rp 5 juta. Saya tidak berani, kalau itu ada perintah secara tertulis biar jadi dasar agar bisa menggunakan dana BOS, saya berani,” jelas Hasan.

Tambahkan, karena permintaan Kepala Dinas bahwa harus ada pemangkasan dalam waktu dekat, maka saya gunakan anggaran lain untuk lakukan pemangkasan.

“Karena Kepala Dinas perintahkan harus segera pangkas rumput itu, maka saya gunakan anggaran tulis izajah sebesar Rp 800 ribu untuk pangkas rumput. Saya sendiri yang pangkas rumput,” tandasnya.

Tak hanya itu, Hasan juga mengaku sangat kecewa dan dirugikan dengan sikap Kadiknas yang menganggap Kepala Sekolah tidak memperhatikan sekolah dengan baik.

“Saya merasa dirugikan dan sangat kecewa dengan sikap Kepala Dinas. Kepala Dinas harus menyampaikan klarifikasi untuk memulihkan nama baik saya. Jika dalam waktu 1 kali 24 jam Kepala Dinas tidak meminta maaf dan memulihkan nama saya di media massa, maka saya akan lapor ke Polisi.”  tegas Hasan. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed