oleh

Muhajirin : Penerapan Protokol Kesehatan di Kota Ternate Mulai Hilang

Ternate, TMc- Ketua DPRD kota Ternate Muhajirin Bailusi menyebutkan penerapan protokol kesehatan dikota Ternate mulai hilang. Hal ini diberdasarkan reses dari komisi I DPRD dimana banyak tempat-tempat umum seperti di pelabuhan penyeberangan Ternate-Sofifi Armada Semut kelurahan Mangga Dua, Sejumlah pertokoan di jalan, resto dan Cafe.

“Jadi teman-teman dari komisi I saat ini lebih ke seberapa besar dan kuat  implementasi perwali 13 oleh pemerintah kota Ternate,”sebut Muhajirin saat diwawancara sejumlah media, Senin (29/06/2020).

Menurutnya, pemkot Ternate tidak tegas pada penerapan protokol kesehatan.
“kita juga heran, kenapa hanya perwali yang dibikin, mestinya regulasi yang diatasnya perpu yang diprodak oleh pemerintah,” ucapnya.

Dia bilang semestinya ini adalah prodak oleh pemerintah yang kemudian ada regulasi lainnya diatas itu yang nantinya menjadi adopsi pemerintah dan diturunkan menjadi Perda. “Agar penanganan covid 19 itu bisa kuat,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemkot mengeluarkan perwali tapi sanksinya tidak kelihatan. “Ini mau tegas ke orang juga tidak bisa, karena takut orang balik marah dan lainnya,” kata Ketua DPRD Kota Ternate, Muhadjirin Bailusi.

Dalam wawancara tersebut, Ia juga sempat menyentil soal DPRD kota Ternate yang beberapa waktu lalu marah ke Pemda Halsel, dan menurutnya itu juga sebenarnya merupakan bagian dari evaluasi bagi DPRD Ternate sendiri. “Jadi bagi saya kecil kalau dibikin perwali, harusnya perda sehingga kita tegas,” tandasnya.

Lebih jauh lagi dia katakan bahwa analisis epidemiologi oleh profesor Ridwan yang memperkirakan akan ada peningkatan kasus yang besar dibulan Juni ternyata mulai terbukti bahkan saat ini Maluku utara sudah mencapai 719 Kasus. “Ini jangan-jangan kita bisa sampai dua ribuan, lalu apa yang kita bikin di Ternate ini,”tutupnya. (NN)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed