oleh

Gara-Gara Covid-19, Pendapatan Warung Makan di Kota Ternate Menurun 

TERNATE, TMc- Masih saja terjadi peningkatan pasien Covid-19 di Provinsi Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate, yang kini membuat pendapatan para penjual kuliner (Rumah Makan) menurun drastis, karena kurangnya pengunjung. Misalnya salah satu pemilik Rumah Makan yang terletak di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan, mengaku bahwa pendapatan menurun dengan adanya Covid-19, ungkap Ema.

Menurutnya, sebagai kasir RM juga sebagai saudara pemilik Rumah Makan, saat di temui sejumlah wartawan, Senin (29/06/2020) mengatakan bahwa dalam situasi Covid-19 jumlah pengunjung di Rumah Makan kami sangat minim, apa lagi kondisi cuaca yang sangat buruk, ujarnya.

“Sekarang ini, peningkatan pasien Covid-19 meningkat di Kota Ternate khususnya dan pada umumnya di Provinsi Maluku Utara, jadi berbeda hari ini kunjungan warga (pembeli) sangat sedikit karena masih sistemnya beli langsung bungkus, hanya saja kondisi nya tidak begitu normal seperti yang sebelumnya,” ujar Ema.

Lanjut Ema, perbandingan antara pengunjung sebelum Covid-19 ini sangatlah berbeda, karena sebelum Covid-19 pengunjung setiap hari kurang lebih hampir 70 orang dan dibuka selama 1×24 jam.

“Terkadang penjualan ini juga terpengaruh dengan kondisi cuaca dan juga ketentuan hari juga, jadi kalau malam pengunjungnya sedikit banyak itu di malam sabtu dan malam minggu, sementara di malam lain itu pengunjung nya lebih kurang, apa lagi dengan kondisi Covid-19 ini,” keluhan Ema.

Belum lagi kita menghadapi cuaca yang membuat pengunjung lebih mengurang, dan itu tidak pernah mengenal malam mau pun siang, jadi kalau malam maupun siang terjadi cuaca yang terus memburuk, maka pengunjung pun tidak bisa untuk membeli.

Lebih lanjut Ema, untuk soal tempat cuci tangan, dan pemakai masker selalu di lakukan, karena itu sudah menjadi himbauan dari pemerintah maupun Gugus Tugas Covid-19 sendiri, apa lagi soal pengunjung juga selalu memakai masker dan selalu cuci tangan sebelum makan, soal atur jarak pun masih tetap di terapkan.

Salah satu solusinya adalah kita harus selalu waspada saja, itu yang perlu kita sama-sama lakukan baik itu kami di warung maupun para pengunjung itu sendiri, termasuk warga masyarakat disekitar warung makan kami, tutupnya. ( Ade)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed