oleh

DPRD Halsel Pertanyakan Proyek Mobiler SMPN 16 Desa Bajo

LABUHA, TMc- Komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali pertanyakan proyek mobiler SMPN 16 Desa Bajo tahun 2019 yang diketahui, hingga Juni 2020 mobiler sekolah tersebut belum ada, ungkap Gufran.

Ketua Komisi II DPRD Halsel Gufran Mahmud membeberkan, bahwa proyek tersebut harusnya sudah terealisasi 2019 lalu. Namun kata dia, hingga Juni 2020 belum juga terlihat, sehingga ruang Kelas SMPN 16 Desa Bajo masih terlihat kosong tanpa Kursi dan meja. “Itu proyek 2019 dan dalam LKPJ 2019 tertulis sudah terealisasi 100 persen tapi ketika kita (DPRD) turun kunker ternyata dilapangan belum ada mobiler tersebut,” berangnya saat diwawancarai SKR dirung kerjanya, Jumat (26/6) lalu.

Akan tetapi menurut Gufran, dirinya tidak bisa berbuat lebih karena Dinas pendidikan bukan mitra dari komisi II. Sehingga dirinya berjanji akan menyampaikan hal ini kepada komisi I DPRD Halsel untuk ditindaklanjuti. “kita akan sampaikan hasil kunker kita pekan kemarin ke Komisi I untuk ditindaklanjuti nanti untuk dipertanyakan ke Dinas terkait,” akunya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Halsel Umar Iskandar Alam ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa terkait Mobiler SMPN 16 Desa Bajo itu hanya sedikit keterlambatan dalam pengadaan. Dia beralasan, karena Meubel tempat pembuatan Mobiler oleh pihak ketiga (kontraktor) belum menyelesaikan pembuatan mobiler tersebut.

“karean meubel tempat pembuatan itu ada buat juga mobiler beberapa sekolah lainnya jadi agak terlambat untuk SMPN 16 bajo. Tapi mobiler itu ada dan saya pantau terus dan dalam waktu dekat sudah ada,” tuturnya. (lee)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed