oleh

Farida : Kinerja 440 Anggota BPD di 88 Desa di Pulau Morotai Cukup Baik

MOROTAI, TMc- Kinerja 440 Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di 88 desa di Kabupaten Pulau Morotai diperiode baru ini cukup baik. Hal tersebut diakui oleh Kepala Bidang Kelembagaan Desa (DPMD) Pulau Morotai, Farida Iriyanti Iskandar, jika dilihat dari kinerja mereka yang aktif dalam pengawasan di masing-masing desa, ungkapnya.

“Seperti BPD Desa Sangowo Timur, mereka buat kantor sendiri dengan dana  pribadi, alasannya agar lebih maksimal bekerja, karena kalau gabung ke kantor desa bagi mereka tidak maksimal, saya apresiasi buat mereka,” ucap Farida Kabid Kelembagaan Desa DPMD Pulau Morotai kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat  (26/6/2020).

Farida mengaku bahwa, partisipasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam bentuk pengawasan terhadap para kepala-kepala desa itu cukup aktif. Atas dasar itu, maka  kami menilai kinerja anggota BPD 440 orang sangat baik dan hampir keseluruhan kinerja BPD periode ini sangat baik dan aktif semuanya, ujarnya.

“Partisipasi BPD di desa sangat tinggi sekali dan cukup bagus kerja-kerja BPD kali ini. Mereka aktif sekali, bahkan banyak juga yang Sarjana, jadi kerja mereka semuanya bagus-bagus,” kata Farida.

Selain itu, kata Ida, masih ada sedikit dari mereka yang salah memanfaatkan jabatan BPD dengan adanya kasus dugaan selingkuh (suka main peremupan) namun itu hanya segelintir oknum tertentu saja. Karena ada beberapa anggota BPD kita berhentikan itu karena kasus selingkuh, namun itu hanya beberapa desa saja jumlahnya hanya 1-2 orang saja, akui Farida.

“Kalau BPD yang kita berhentikan itu hanya kasus selingkuh. Saya lupa jumlahnya, tapi itu hanya dibeberapa desa saja, jumlahnya juga tidak sampai tiga orang,” katanya.

Lanjut Farida lagi, walau kasus dugaan selingkuh beberapa oknum anggota BPD tersebut semua itu pengaduan dari masyarakat, sehingga jika ada pengaduan lansung dari warga masyarakat dan atau istri mereka, maka kami turun kelapangan mencaritahu kebenaran laporan tersebut dan menyelesaikan.

“Kalau ada pengaduan warga masyarakat atau istri anggota BPD seperti itu kita langsung turun ke desa untuk mencari tahu kebenaran laporan tersebut, kalam memang laporan tersebut ditemukan bukti kebenaran, maka anggota BPD tersebut baru diberhentikan,”  kata Farida.

Selain kasus selingkuh, ada juga anggota BPD yang mengundurkan diri karena alasan sibuk. “Kalau yang mengundurkan diri itu salah satu anggota BPD di Desa Darame. Alasannya dia tidak bisa membagi tugas pokoknya dengan tugas di desa, jadi yang bersangkutan langsung undur diri dan berkasnya saat ini sudah dalam tahap proses,” tutupnya. (Iza)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed