oleh

Pasar Rakyat Gotalamo II Pulau Morotai Dikelilingi Aroma Bau Busuk

MOROTAI, TMc- Para pedagang di Pasar Rakyat Gotalamo ll Pulau Morotai keluhkan aroma bau busuk. Pasalnya, pasar yang baru diresmikan itu, sampahnya tidak terurus ditambah lagi beberapa ruangan kamar mandi dan toilet dipasar terdapat kotoran manusia yang dikemas dalam kantong plastic warna putih.

Dalam pantauan media ini, toilet yang berada di gedung para pedagang ikan berjumlah 6 unit kamar itu terdapat 3 kamar toilet terisi kotoran manusia yang dikemas dalam kantong plastik berwarna putih itu dibiarkan berserahkan dalam toilet.

Sementara, diarea Pasar Rakyat Gotalamo II yang disi oleh para penjual sembako berdekatan dengan tempat sampah itu dibiarkan begitu saja, artinya sampah-sampah tersebut tidak pernah diangkut kemudian dibuang ketempat pembuangan sampah terakhir.

Salah satu pedagang sambako, Ana saat diwawancarai, Jumat (26/06/2020), mengaku akibat toilet tidak memiliki air, sehingga para pedagang membuang kotoran didalam kamar mandi begitu saja, terhitung sejak beroprasinya pasar pada 10 Juni beberapa waktu lalu.

“Banyak yang buang air besar pakai kantong plastik baru mereka letakan dalam toilet begitu saja, bahkan terkadang mereka buang air besar didalam toilet namun kotoranya tidak pernah dibersihkan dengan air. Hal tersebut disebabkan karena dalam kamar mandi dan toilet tidak ada tempat penampung air (Bak) untuk mengisi air,” kesalnya.

Dia menjelaskan, bahwa kotoran manusia itu dibiarkan begitu saja di berbagai tempat lokasi pasar termasuk dalam kamar mandi dan toilet di Pasar Rakyat Gotalamo II. “Kita buang air dalam toilet tu jorok sekali, karena dalam toilet itu ada kotoran manusia yang dikemas dalam kantong plastik, bahkan ada kotoran yang sengaja di gantung di pintu kamar mandi. Gimana lagi, air tarada padahal kita lihat pasar ini bagunannya sudah bagus tapi, fasilitasnya banyak yang kurang, seperti air dan tempat sampah juga belum terurus secara baik,” katanya.

Sementara itu, salah satu pembeli, Hanida juga mengatakan kita sebagai pengunjung dan pembeli di pasar ini sangat tergangu dengan adanya sampah berserakah ditambah lagi kotoran manusia, ini karena tidak ada petugas yang mengurus sampah dengan baik, katanya.

“Yang jelas pasar modern tidak pantas di bilang pasar modern, kotor dan bau, saya kemarin langsung di lokasi jadi melihat dan merasakan sendiri pasar ikan berada ditengah, akhirnya limba tersebar kemana-kemana,” akunya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) Pulau Morotai. Nasrun Mahasari saat di konfirmasi melalui via WhatsApp, dirinya enggan merespon pertanyaan wartawan hingga berita ini di naikan. (Iza)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed